BEBERAPA NASHIHAT TENTANG BERBUAT BAIK KEPADA KEDUA ORANG TUA.

WAJIBNYA BIRRUL WALIDAIN

بسم الله الرحمن الرحيم

birrul walidain2Diambil dari kitab Majmu’ah Rosa’il at-Taujihat al-Islamiyah li Ishlah al-Fard wa almujtama’ karya Muhammad bin Jamil Zainu halaman 38-39 penerbit Maktabah Ibnu Taimiyah Kairo dan Maktabah al-Ilmi Jeddah,
“Apabila engkau ingin sukses di dunia dan akhirat maka amalkanlah beberapa wasiat berikut ini,

1. Berbicaralah kepada kedua orang tuamu dengan penuh adab, jangan mengatakan ‘ahh’ kepada keduanya, jangan membentak keduanya dan ucapkanlah kepada keduanya ucapan yang mulia.
2. Patuhilah selalu kedua orang tuamu selain dalam perbuatan maksiat, karena tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam perbuatan maksiat kepada al-Khaliq (Allah Subhanahu wa ta’ala).
3. Bersikap lemah lembutlah kepada kedua orang tuamu, jangan bermuka masam di hadapan keduanya dan jangan engkau memandang keduanya dengan rasa marah.
4. Jagalah nama baik, kehormatan dan harta kedua orang tuamu dan janganlah engkau mengambil sesuatupun tanpa seidzin keduanya.
5. Perbuatlah sesuatu yang dapat menyenangkan keduanya meskipun tanpa perintah keduanya seperti pelayanan (membantu pekerjaan), belanja keperluan dan bersungguh-sungguh di dalam menuntut ilmu.
6. Bermusyawarahlah dengan keduanya di dalam pekerjaanmu dan minta maaflah kepada keduanya jika engkau berselisih dengan keduanya (dalam pekerjaan).
7. Penuhi panggilan keduanya dengan segera, disertai wajah yang penuh senyum dan katakanlah, “Ya wahai ummi, ya wahai abi”. Jangan mengatakan “Wahai papa dan mama” karena itu adalah ucapan ajnabi (bahasa asing).
8. Muliakanlah shahabat dan kerabat keduanya di masa hidup dan sesudah wafatnya mereka berdua.
9. Janganlah engkau mendebat keduanya, jangan pula menyalah-nyalahkan keduanya dan usahakan untuk menjelaskan yang benar kepada keduanya dengan penuh adab.
10. Janganlah engkau melawan keduanya, jangan engkau tinggikan suara di atas suara keduanya, diamlah ketika keduanya berbicara, jaga adabmu bersama keduanya dan jangan engkau membentak salah seorang dari saudara-saudaramu dalam rangka memuliakan kedua orang tuamu.
11. Sambutlah kedua orang tuamu apabila mereka datang dan kecuplah kening keduanya dengan rasa kasih sayang.
12. Bantulah ibumu di rumah dan jangan terlambat membantu ayahmu dalam pekerjaannya.
13. Janganlah engkau bepergian apabila keduanya tidak mengidzinkanmu walaupun untuk urusan yang penting. Jika engkau terpaksa (harus pergi) minta maaflah dan janganlah engkau putus di dalam mengirim surat kepada keduanya.
14. Jangan engkau masuk ke dalam kamar keduanya tanpa idzin, apalagi di waktu keduanya sedang tidur dan beristirahat.
15. Apabila engkau masih terfitnah dengan rokok (karena rokok itu haram), maka janganlah engkau merokok de hadapan keduanya.
16. Janganlah engkau mengambil makanan sebelum keduanya dan muliakanlah keduanya di dalam makan dan minum.
17. Janganlah engkau berdusta kepada keduanya dan jangan pula engkau mencela keduanya apabila keduanya mengerjakan sesuatu yang tidak menyenangkanmu.
18. Janganlah engkau muliakan istrimu atau anakmu melebihi keduanya. Mintalah keridloan keduanya sebelum segala sesuatu, karena ridlo Allah tergantung pada ridlo kedua orang tua dan kemurkaan-Nya tergantung pada kemurkaan keduanya.
19. Janganlah engkau duduk di tempat yang lebih tinggi dari keduanya dan janganlah engkau menyelonjorkan kedua kakimu dengan rasa sombong di saat kehadiran keduanya.
20. Janganlah engkau membangga-banggakan jabatanmu kepada ayahmu meskipun engkau memiliki jabatan yang tinggi. Berhati-hatilah jika engkau sampai mengingkari kebaikan keduanya atau menyakiti (perasaan) keduanya walaupun hanya dengan sepatah kata.
21. Janganlah engkau kikir kepada kedua orang tuamu dan memberi nafkah sehingga keduanya mengeluhkannya kepadamu. Hal ini adalah suatu perbuatan yang tercela bagimu. Kelak kamu akan lihat hal tersebut pada anak-anakmu, karena sebagaimana engkau bersikap (kepada keduanya) maka seperti itu pula engkau akan disikapi (oleh anak-anakmu).
22. Sering-seringlah mengunjungi kedua orang tuamu, memberi hadiah kepada keduanya, berterima kasihlah kepada keduanya karena mereka telah mendidikmu dan berpayah-payah di dalam merawatmu. Contohkanlah hal tersebut kepada anak-anakmu.
23. Orang yang paling berhak untuk engkau utamakan adalah ibumu kemudian ayahmu. Ketahuilah bahwasanya surga itu di bawah telapak kaki ibu.
24. Berhati-hatilah mendurhakai kedua orang tuamu dan menyebabkan keduanya marah, yang menyebabkan engkau celaka di dunia dan akhirat. Kelak anak-anakmu akan mempergaulimu seperti engkau mempergauli kedua orang tuamu.
25. Apabila engkau meminta sesuatu dari kedua orang tuamu maka mintalah dengan lemah lembut dan berterima kasihlah jika diberi. Minta maaflah kepada keduanya jika keduanya tidak memberi dan jangan banyak meminta supaya keduanya tidak merasa susah.
26. Jika engkau mampu mencari rizki di waktu pagi maka bekerjalah dan bantulah kedua orang tuamu.
27. Sesungguhnya bagi kedua orang tuamu itu ada hak atasmu dan pada istrimu juga ada hak atasmu, maka berikanlah hak itu kepada yang memiliki haknya. Berusahalah untuk merukunkan di antara keduanya apabila mereka berselisih dan memberikan hadiah kepada orang-orang dekat itu dengan rahasia.
28. Jika kedua orang tuamu berselisih dengan istrimu, maka jadilah orang yang bijak dan berikan pengertian kepada istrimu bahwasanya engkau bersamanya jika ia benar dan engkau terpaksa melakukannya untuk mencari keriadloan keduanya.
29. Jika istrimu berselisih dengan kedua orang tuamu di dalam nikah dan talak, maka berhukumlah kepada syariat karena hal itu adalah sebaik-baik penolong bagimu.
30. Doa kedua orang tua itu niscaya terkabul dalam perkara yang baik dan buruk. Maka berhati-hatilah dirimu terhadap doa buruk keduanya.
31. Jaga adabmu dengan manusia, karena barangsiapa yang mencela orang maka orang itu akan mencelanya pula. Rosulullah Shallallahu alaihi wa sallam telah bersabda, “Termasuk dari dosa-dosa besar adalah seseorang mencela kedua orang tuanya, yaitu ia mencela ayah seseorang lalu orang itu mencela ayahnya atau ia mencela ibu seseorang lalu orang itu mencela ibunya”. [HR. al-Bukhoriy dan Muslim].
32. Kunjungilah kedua orang tuamu di masa hidupnya, bersedekahlah atas nama keduanya dan perbanyaklah berdoa,

رَبِّ اغْفِرْ لىِ وِ لِوَالِدَيَّ

“Wahai Rabbku! ampunilah aku dan kedua orang tuaku”. [QS. Nuh/71: 28].

رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانىِ صَغِيْرًا

“Wahai Rabbku, rahmatilah keduanya, sebagaimana keduanya telah mendidikku di waktu kecil”. [QS. Al-Isra’/ 17: 24]
Wallahu a’lam bish showab.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s