AKHI, SUDAHKAH ANDA BERDOA SEBELUM TIDUR???..

DOA TIDUR

بسم الله الرحمن الرحيم

            TIDUR4Tidur adalah kebutuhan setiap manusia, yang dengannya ia dapat beristirahat selama batas yang dibutuhkan untuk mengembalikan kesegaran dan kebugarannya kembali. Dan umumnya kegiatan tidur itu dilakukan pada saat malam hari. Namun tidak banyak umat Islam yang mengetahui bahwa tidur juga adalah ibadah yang dengannya ia dapat mendapatkan pahala dan kebaikan, jika ditunaikan sesuai dengan ajaran agamanya dengan menjalankan perintah Allah ta’ala dan mencontoh Nabi Shallallahu alaihi wa sallam.

Misalnya mengerjakan wudlu sebelum tidur, membaca beberapa doa dan wirid yang disyariatkan, membaringkan tubuh dengan posisi lambung sebelah kanan, meletakkan tangan kanan di bawah pipinya, membaca doa khusus untuk memulai tidur dan lain sebagainya.

Di antara doa-doa menjelang tidur yang telah diajarkan oleh Rosulullah Shallallahu alaihi wa sallam di antaranya adalah,

1). Dari Abu Hurairah radliyallahu anhu berkata, telah bersabda Rosulullah Shallallahu alaihi wa sallam, “Apabila seseorang di antara kalian bangkit dari tempat tidurnya kemudian ingin kembali lagi hendaknya ia mengibaskan ujung kainnya (3x) dan menyebut nama Allah, karena ia tidak tahu apa yang akan ditinggalkannya di atas tempat tidur setelah ia bangkit. Apabila ia ingin berbaring, maka hendaklah ia membaca,

بِاسْمِكَ رَبىِّ وَضَعْتُ جَنْبىِ وَ بِكَ أَرْفَعُهُ إِنْ أَمْسَكْتَ نَفْسِى فَارْحَمْهَا وَ إِنْ أَرْسَلْتَهَ فَاحْفَظْهَا بِمَا تَحْفَظُ بِهِ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ

Bismika robbii wadlo’tu jambii wa bika arfa’uhu in amsakta nafsii farhamhaa wa in arsaltahaa fahfazh-ha bima tahfazhu bihi ‘ibaadakash shoolihiin

“Dengan nama-Mu (aku tidur) wahai Rabbku, aku meletakkan lambungku. Dan dengan nama-Mu pula aku bangun darinya. Apabila Engkau mencabut nyawaku, maka berikanlah rahmat-Mu padanya. Dan apabila Engkau membiarkannya hidup, maka jagalah sebagaimana Engkau telah menjaga hamba-hamba-Mu yang shalih”. [HR al-Bukhoriy: 6320, 7393, Muslim: 2714, Abu Dawud: 5050, at-Turmudziy: 3401, Ibnu Majah: 3874 dan an-Nasa’iy di dalam Amal al-Yaum wa al-Lailah: 796. Berkata asy-Syaikh al-Albaniy: Shahih]. [1]

2).Dari al-Barra’ bin ‘Azhib radliyallahu anhuberkata, telah bersabda Rosulullah Shallallahu alaihi wa sallam kepadaku, “Apabila engkau mendatangi pembaringanmu, hendaklah engkau berwudlu seperti wudlumu untuk sholat  kemudian berbaringlah atas sisimu yang sebelah kanan dan ucapkanlah,

اَللَّهُمَّ أَسْلَمْتُ وَجْهِي إِلَيْكَ وَ فَوَّضْتُ أَمْرِى إِلَيْكَ وَ أَلجْـَأْتُ ظَهْرِى إِلَيْكَ رَغْبَةً وَ رَهْبَةً إِلَيْكَ لاَ مَلْجَأَ وَ لاَ مَنْجَا مِنْكَ إِلاَّ إِلَيْكَ آمَنْتُ بِكِتَابِكَ الَّذِى أَنْزَلْتَ وَ بِنَبِيِّكَ الَّذِى أَرْسَلْتَ

Alloohumma aslamtu wajhii ilaika wa fawwadl-tu amrii ilaika wa alja’tu zhohrii ilaika ragh-batan wa rahbatan ilaika laa malja’a wa laa manjaa minka illaa ilaika aamantu bikitaabikalladzii anzalta wa bi nabiyyikalladzi arsalta

 (Ya Allah aku menundukkan diriku kepada-Mu, menguasakan urusanku kepada-Mu dan mempercayakan diriku kepada-Mu dengan penuh harap dan cemas karena tiada tempat berlindung dan tiada pula tempat selamat dari (siksa)Mu melainkan kepada-Mu. Aku beriman kepada kitab-Mu yang telah Engkau turunkan dan juga kepada nabi-Mu yang telah Engaku utus).  Maka seandainya engkau mati, engkau mati dalam keadaan fithrah, dari sebab itu jadikanlah doa tersebut sebagai akhir dari ucapanmu”. Aku bertanya, “Apakah yang engkau ingat, “Dan kepada rosul-Mu yang telah Engkau utus” (و برسولك الذى أرسلت. Ia menjawab, “Tidak, dan kepada nabi-Mu yang telah Engkau utus”  ( و بنبيك الذى أرسلت ). [HR al-Bukhoriy: 247, 6311, Muslim: 2710, Abu Dawud: 5046, at-Turmudziy: 3394, 3574 dan Ibnu Majah: 3876. Berkata asy-Syaikh al-Albaniy: Shahih]. [2]

 3). Dari Ibnu Umar radliyallahu anhuma bahwasanya ia pernah menyuruh seseorang apabila ia hendak menuju pembaringannya untuk berdoa,

اَللَّهُمَّ خَلَقْتَ نَفْسِى وَ أَنْتَ تَوَفَّاهَا لَكَ مَمَاتُهَا وَ مَحْيَاهَا إِنْ أَحْيَيْتَهَا فَاحْفَظْهَا وَ إِنْ أَمَتَّهَا فَاغْفِرْلَهَا اَللَّهُمَّ إِنىِّ أَسْأَلُكَ اْلعَافِيَةَ

Alloohumma kholaqta nafsii wa anta tawaf-faahaa laka mamaatuha wa mahyaahaa in ahyay-tahaa fah-fazh-haa wa in amat-tahaa fagh-fir lahaa alloohumma innii as’alukal ‘aafiyah

“Ya Allah, sesungguhnya Engkau telah menciptakan diriku, dan Engkau pulalah yang akan mematikannya. Mati dan hidupnya hanyalah milik-Mu. Apabila Engkau menghidupkannya maka jagalah. Apabila Engkau mematikannya maka ampunilah. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon keselamatan kepada-Mu”. Lalu seseorang bertanya kepadanya, “Apakah engkau mendengar doa itu dari Umar?”. Ia menjawab, “Dari orang yang lebih baik dari Umar yaitu dari Rosulullah Shallallahu alaihi wa sallam”. [HR Muslim: 2712 (60), Ahmad: II/ 79 dan Ibnu as-Sunniy di dalam Amal al-Yaum wa al-Lailah: 721]. [3]

4). Dari al-Barra bin Azib berkata, Adalah Nabi Shallallahu alaihi wa sallam apabila hendak tidur, Beliau meletakkan tangan kanannya di bawah pipinya, kemudian membaca,

اَللَّهُمَّ قِنىِ عَذَابَكَ يَوْمَ تَبْعَثُ عِبَادَكَ

Alloohumma qinii ‘adzaabaka yauma tab’atsu ‘ibaadak

“Ya Allah, lindungilah diriku dari siksaan-Mu pada hari ketika Engkau membangkitkan hamba-hamba-Mu”. [HR al-Bukhoriy di dalam al-Adab al-Mufrad: 1215 dari al-Barra bin Azib radliyallahu anhu, at-Turmudziy: 3397, 3398 dari Hudzaifah radliyallahu anhu dan Abu Dawud: 5045 dari Haf-shah radliyallahu anha dan Ibnu Majah: 3877 dari Abdullah bin Mas’ud. Berkata asy-Syaikh al-Albaniy: Shahih]. [4]

Berkata asy-Syaikh Salim bin Ied al-Hilaliy hafizhohullah: Shahih. [5]

5). Dari al-Barra’ berkata, Bahwasanya Nabi Shallallahu alaihi wa sallam apabila hendak menuju pembaringan, Beliau membaca,

     اَللَّهُمَّ بِاسْمِكَ أَحْيَا وَ بِاسْمِكَ أَمُوْتُ

Alloohumma bismika ahyaa wa bismika amuutu.

“Ya Allah, dengan nama-Mu aku hidup dan dengan nama-Mu aku mati”. [HR Muslim: 2711  dan Abu Dawud: 5049. Berkata asy-Syaikh al-Albaniy: Shahih]. [6]

6). Dari Anas bin Malik radliyallahu anhu bahwasanya Rosulullah Shallallahu alaihi wa sallam apabila menuju tempat tidurnya Beliau berdoa,

     اْلحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِى أَطْعَمَنَا وَ سَقَانَا وَ كَفَانَا وَ آوَانَا فَكَمْ مِّمَّنْ لَا كَافِيَ لَهُ وَ لَا مُؤْوِيَ

            Alhamdulillahilladzii ath-‘amanaa wa saqoonaa wa kafaanaa wa aawaanaa fakam mimman laa kaafiya lahu wa laa mu’wiya

“Segala puji bagi Allah yang telah memberikan kepada kami makan dan minum, mencukupi keperluan kami dan juga memberikan tempat tinggal kepada kami. Maka berapa banyak orang yang tidak Ia berikan kecukupan dan tempat tinggal baginya”.  [HR Muslim: 2715, Abu Dawud: 5053 dan at-Turmudziy: 3396. Berkata asy-Syaikh al-Albaniy: Shahih]. [7]

7). Dari Abu al-Azhar al-Anmariy radliyallahu anhu, bahwasanya Rosulullah Shallallahu alaihi wa sallam apabila menuju pembaringannya di waktu malam Beliau berdoa,

     بِسْمِ اللهِ وَضَعْتُ جَنْبِى اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِى ذَنْبِى وَ أَخْسِئْ شَيْطَانِى وَ فُكَّ رِهَانِى وَ اجْعَلْنِى فِى النَّدِيِّ اْلأَعْلَى

            Bismillah wadlo’tu janbii alloohummagh-fir lii dzanbii wa akh-si’ syaithoonii wa fukka rihaanii waj’alnii fin nadiyyil a’laa

“Dengan nama Allah, aku meletakkan lambungku, Ya Allah ampunilah dosaku, usirlah setanku, lepaskanlah ikatanku dan jadikanlah aku berada di golongan yang tertinggi”. [HR Abu Dawud: 5054 dan al-Hakim. Berkata asy-Syaikh al-Albaniy: Shahih]. [8]

Demikian sebahagian doa dan wirid menjelang tidur yang telah diajarkan oleh Rosulullah Shallallahu alaihi wa sallam sebagai panutan dan teladan bagi kita semuanya. Dan semoga kita, sebagai umatnya dapat mencontoh, menjalankan dan mengamalkan sunnah-sunnah Nabi Shallallahu alaihi wa sallam dengan benar, kontinyu dan penuh keikhlasan.

Wallahu a’lam bish showab.


[1]Mukhtashor Shahih Muslim, 1900, Shahih Sunan Abu Dawud: 4223, Shahih Sunan at-Turmudziy: 2707, Shahih Sunan Ibnu Majah: 3124, Shahih al-Jami’ ash-Shaghir: 407 dan Nail al-Awthar bi Takhrij Ahadits Kitab al-Adzkar: 249.

[2] Mukhtashor Shahih Muslim: 1896, Shahih Sunan Abi Dawud: 4219, Shahih Sunan at-Turmudziy: 2703, 2828, Shahih Sunan Ibni Majah: 3126, Shahih al-Jami’ ash-Shaghir: 276, Shahih at-Targhib wa at-Tarhib: 602 dan Nail al-Awthar bi Takhrij Ahadits Kitab al-Adzkar: 253.

[3]Mukhtashor Shahih Muslim: 1898 dan Nail al-Awthar bi Takhrij Ahadits Kitab al-Adzkar: 268.

[4]Shahih al-Adab al-Mufrad: 921, Shahih Sunan Abu Dawud: 4218, Shahih Sunan at-Turmudziy: 2705, Shahih Sunan Ibnu Majah: 3127, Silsilah al-Ahadits ash-Shahihah: 2754 dan Shahih al-Jami’ ash-Shaghir: 4656.

[5]Nail al-Awthar bi Takhrij Ahadits Kitab al-Adzkar: 255.

[6] Mukhtashor Shahih Muslim: 1897,  Shahih Sunan Abu Dawud: 4222 dan Shahih al-Jami’ ash-Shaghir: 4650. Ada juga dengan matan yang agak berbeda,

Dari Hudzaifah berkata, Adalah Nabi Shallallahu alaihi wa sallam apabila ingin tidur Beliau membaca,

بِاسْمِكَ اللَّهُمَّ أَمُوْتُ وَ أَحْيَا

Bismikalloohumma amuutu wa ahyaa

“Dengan nama-Mu ya Allah, aku mati dan aku hidup”. [HR al-Bukhoriy: 6312, 6314, 6324, 7394].

 

[7]Mukhtashor Shahih Muslim: 1901, Shahih Sunan Abu Dawud: 4225, Shahih Sunan at-Turmudziy: 2704, Shahih al-Jami’ ash-Shaghir: 4689 dan Nail al-Awthar fi Takhrij Ahadits Kitab al-Adzkar: 258.

[8]Shahih Sunan Abu Dawud: 4226, Misykah al-Mashobih: 2409 dan Shahih al-Jami’ ash-Shaghir: 4649 dan Nail al-Awthar fi Takhrij Ahadits Kitab al-Adzkar: 259.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s