AKHI, SYI’AH ITU SANGAT BERBEDA DENGAN AHLUS SUNNAH WALJAMA’AH !!

Apa perbedaan antara Ahlus sunnah Waljamaah dengan Syi’ah Imamiyah Itsna Asyariyah ?

بسم الله الرحمن الرحيم

Syi'ah1Banyak orang yang menyangka bahwa perbedaan antara Ahlussunnah Waljamaah dengan Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah) dianggap sekedar dalam masalah khilafiyah Furu’iyah, seperti perbedaan antara NU dengan Muhammadiyah, antara Madzhab Syafi’iy dengan Madzhab Malikiy.

Karenanya dengan adanya ribut-ribut masalah Sunni dengan Syiah, mereka berpendapat agar perbedaan pendapat tersebut tidak perlu dibesar-besarkan. Selanjutnya mereka berharap, apabila antara NU dengan Muhammadiyah sekarang bisa diadakan pendekatan-pendekatan demi Ukhuwah Islamiyah, lalu mengapa antara Syi’ah dan Sunni tidak dilakukan ?.

Oleh karena itu, disaat Muslimin bangun melawan serangan Syi’ah, mereka menjadi penonton dan tidak ikut berkiprah.

Apa yang mereka harapkan tersebut, tidak lain dikarenakan minimnya pengetahuan mereka mengenai aqidah Syi’ah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah). Sehingga apa yang mereka sampaikan hanya terbatas pada apa yang mereka ketahui.

Semua itu dikarenakan kurangnya informasi pada mereka, akan hakikat ajaran Syi’ah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah). Disamping kebiasaan berkomentar, sebelum memahami persoalan yang sebenarnya.

Sedangkan apa yang mereka kuasai, hanya bersumber dari tokoh-tokoh Syiah yang sering berkata bahwa perbedaan Sunni dengan Syi’ah seperti perbedaan antara Madzhab Malikiy dengan Madzhab Syafi’iy.

Padahal perbedaan antara Madzhab Malikiy dengan Madzhab Syafi’iy, hanya dalam masalah Furu’iyah saja. Sedang perbedaan antara Ahlu as-Sunnah Waljamaah dengan Syi’ah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah), maka perbedaan-perbedaannya disamping dalam Furu’ juga dalam Ushul.

Rukun Iman mereka berbeda dengan rukun Iman kita, rukun Islamnya juga berbeda, begitu pula kitab-kitab haditsnya juga berbeda, bahkan sesuai pengakuan sebagian besar ulama-ulama Syi’ah, bahwa Alqur’an mereka juga berbeda dengan Alqur’an kita (Ahlu as-Sunnah).

Apabila ada dari ulama mereka yang pura-pura (taqiyyah) mengatakan bahwa Alqur’annya sama, maka dalam menafsirkan ayat-ayatnya sangat berbeda dan berlainan.

Sehingga tepatlah apabila ulama-ulama Ahlu as-Sunnah Waljamaah mengatakan, Bahwa Syi’ah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah) adalah satu agama tersendiri.

Melihat pentingnya persoalan tersebut, maka di bawah ini kami nukilkan sebagian dari perbedaan antara aqidah Ahlu as-Sunnah Waljamaah dengan aqidah Syi’ah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah).

 1.      Ahlu as-Sunnah  : Rukun Islam kita ada 5 (lima)

a)      Syahadatain (dua kalimat syahadat)

b)      As-Sholah (sholat)

c)      As-Shoum (puasa)

d)      Az-Zakah (zakat)

e)      Al-Hajj (haji)

 Syiah   : Rukun Islam Syiah juga ada 5 (lima) tapi berbeda,

a)      As-Sholah (sholat)

b)      As-Shoum (puasa)

c)      Az-Zakah (zakat)

d)      Al-Hajj (haji)

e)      Al-wilayah(kekuasaan)

 2.      Ahlu as-Sunnah  : Rukun Iman ada 6 (enam),

a)      Iman kepada Allah

b)      Iman kepada Malaikat-malaikat-Nya

c)      Iman kepada Kitab-kitab-Nya

d)      Iman kepada Rosul-Nya

e)      Iman kepada Yaumil Akhir / hari kiamat

f)       Iman kepada Qadar, baik-buruknya dari Allah.

 Syiah   : Rukun Iman Syiah ada 5 (lima)

a)      At-Tauhid

b)      An-Nubuwwah

c)      Al-Imamah

d)      Al-Adlu

e)      Al-Ma’ad

 3.   Ahlu as-Sunnah  : Dua kalimat syahadat

Syiah : Tiga kalimat syahadat, disamping Asyhadu an Laa ilaha illallah, wa asyhadu anna Muhammadan Rosulullah, masih ditambah dengan menyebut dua belas imam-imam mereka.

 4.   Ahlu as-Sunnah: Percaya kepada imam-imam tidak termasuk rukun iman. Adapun jumlah imam-imam Ahlu as-Sunnah tidak terbatas. Selalu timbul imam-imam, sampai hari kiamat.

Karenanya membatasi imam-imam hanya dua belas (12) atau jumlah tertentu, tidak dibenarkan.

Syiah :  Percaya kepada dua belas imam-imam mereka, termasuk rukun iman. Karenanya orang-orang yang tidak beriman kepada dua belas imam-imam mereka (seperti orang-orang Sunni), maka menurut ajaran Syi’ah dianggap kafir dan akan masuk neraka.

 5.  Ahlu as-Sunnah   : Khulafa’ ar-Rosyidin yang diakui (sah) adalah,

a)      Abu Bakar

b)      Umar

c)      Utsman

d)      Ali radliyallahu anhum

Syiah  : Ketiga Khalifah (Abu Bakar, Umar, Utsman) tidak diakui oleh Syiah. Karena dianggap telah merampas kekhalifahan Ali bin Abi Thalib (padahal Imam Ali sendiri membai’at dan mengakui kekhalifahan mereka). 

 6.  Ahlussunnah  : Khalifah (Imam) adalah manusia biasa, yang tidak mempunyai sifat Ma’shum.

Berarti mereka dapat berbuat salah/ dosa/ lupa. Karena sifat Ma’shum, hanya dimiliki oleh para Nabi.

Syiah : Para imam yang jumlahnya dua belas tersebut mempunyai sifat Ma’shum, seperti para Nabi.

 7.   Ahlu as-Sunnah   : Dilarang mencaci-maki para shahabat.

Syiah  : Mencaci-maki para shahabat tidak apa-apa bahkan Syiah berkeyakinan, bahwa para shahabat setelah Rosulullah Shallallahu alaihi wa sallam wafat, mereka menjadi murtad dan tinggal beberapa orang saja. Alasannya karena para shahabat membai’at shahabat Abu Bakar sebagai Khalifah.

 8.  Ahlu as-Sunnah  :  Aisyah istri Rosulullah Shallallahu alaihi wa sallam sangat dihormati dan dicintai. Beliau adalah Ummul Mu’minin.

Syiah   : Siti Aisyah dicaci-maki, difitnah, bahkan dikafirkan.

 9.    Ahlu as-Sunnah  : Kitab-kitab hadits yang dipakai sandaran dan rujukan Ahlussunnah adalah Kutub as-sittah,

a)      al-Imam al-Bukhoriy

b)      al-Imam Muslim

c)      Abu Dawud

d)      at-Tirmidziy

e)      Ibnu Majah

f)       An-Nasa’iy

(kitab-kitab tersebut beredar dimana-mana dan dibaca oleh kaum Muslimin sedunia).

Syiah   : Kitab-kitab Syiah ada empat,

a)      Al-Kafiy

b)      Al-Istibshor

c)      Man Laa Yadlurruhu al-Faqih

d)      At-Tahdzib

(Kitab-kitab tersebut tidak beredar, sebab kebohongannya takut diketahui oleh pengikut-pengikut Syiah). 

10.  Ahlu as-Sunnah  : Alqur’an tetap orisinil

Syiah : Alqur’an yang ada sekarang ini menurut pengakuan ulama Syiah tidak orisinil. Sudah dirubah oleh para sahabat (dikurangi dan ditambah).

 11.  Ahlu as-Sunnah : Surga diperuntukkan bagi orang-orang yang taat kepada Allah dan Rasul Nya.

Neraka diperuntukkan bagi orang-orang yang tidak taat kepada Allah dan Rasul Nya.

Syiah : Surga diperuntukkan bagi orang-orang yang cinta kepada Imam Ali, walaupun orang tersebut tidak taat kepada Rosulullah.

Neraka diperuntukkan bagi orang-orang yang memusuhi Imam Ali, walaupun orang tersebut taat kepada Rosulullah.

 12.  Ahlu as-Sunnah   : Aqidah Raj’ah tidak ada dalam ajaran Ahlussunnah. Raj’ah adalah besok diakhir zaman sebelum kiamat, manusia akan hidup kembali. Dimana saat itu Ahlul Bait akan balas dendam kepada musuh-musuhnya.

Syiah  : Raj’ah adalah salah satu aqidah Syiah. Dimana diceritakan, bahwa nanti diakhir zaman, Imam Mahdi akan keluar dari persembunyiannya. Kemudian dia pergi ke Madinah untuk membangunkan Rosulullah, Ali,  Fatimah serta Ahlul Bait yang lain.

Setelah mereka semuanya bai’at kepadanya, diapun selanjutnya membangunkan Abu Bakar, Umar, Aisyah. Kemudian ketiga orang tersebut disiksa dan disalib, sampai mati seterusnya diulang-ulang sampai  ribuan kali. Sebagai balasan atas perbuatan jahat mereka kepada Ahlul Bait.

Keterangan  : Orang Syiah mempunyai Imam Mahdi sendiri. Berlainan dengan Imam Mahdinya Ahlu as-Sunnah, yang akan membawa keadilan dan kedamaian.

 13.  Ahlu as-Sunnah : Mut’ah (kawin kontrak), sama dengan perbuatan zina dan hukumnya haram.

Syiah   : Mut’ah sangat dianjurkan dan hukumnya halal. Halalnya Mut’ah ini dipakai oleh golongan Syiah untuk mempengaruhi para pemuda agar masuk Syiah. Padahal haramnya Mut’ah juga berlaku di zaman Khalifah Ali bin Abi Thalib.

 14.  Ahlu as-Sunnah    : Khomer/ arak tidak suci.

Syiah : Khamer/ arak suci.

 15.  Ahlu as-Sunnah : Air yang telah dipakai istinja’ (cebok) dianggap tidak suci.

Syiah  : Air yang telah dipakai istinja’ (cebok) dianggap suci dan mensucikan.

 16. Ahlu as-Sunnah  :  Diwaktu sholat meletakkan tangan kanan diatas tangan kiri hukumnya sunnah.

Syiah : Diwaktu sholat meletakkan tangan kanan diatas tangan kiri membatalkan sholat.

(Jadi sholatnya bangsa Indonesia yang diajarkan Wali Songo oleh orang-orang Syiah dihukum tidak sah/ batal, sebab meletakkan tangan kanan diatas tangan kiri).

17.  Ahlu as-Sunnah  : Mengucapkan Amin diakhir surat Al-Fatihah dalam shalat adalah sunnah.

Syiah : Mengucapkan Amin diakhir surat al-Fatihah dalam sholat dianggap tidak sah/ batal sholatnya.

(Jadi sholatnya Muslimin di seluruh dunia dianggap tidak sah, karena mengucapkan Amin dalam sholatnya).

 18.  Ahlu as-Sunnah : Sholat jamak diperbolehkan bagi orang yang bepergian dan bagi orang yang mempunyai udzur syar’iy.

Syiah   : Sholat jamak diperbolehkan walaupun tanpa alasan apapun.

 19.  Ahlu as-Sunnah  : Sholat Dluha disunnahkan.

Syiah  : Sholat Dhuha tidak dibenarkan.

(Padahal semua Auliya’ dan shalihin melakukan shalat Dluha).

20. Ahlu as-Sunnah : Sholat Jum’at hukumnya wajib.[1]

Syi’ah:meyakini bahwa sholat jum’at hukumnya tidak wajib.

21. Ahlu as-Sunnah :  Adzan menurut ahlu as-Sunnah, [1]

  • (Allohu akbar) 4 kali
  • (Asyhadu alla ilaha illalloh) 2 kali
  • (Asyhadu anna Muhammadan rosululloh) 2 kali
  • (Hayya alash Sholah) 2 kali
  • (Hayya alal falah) 2 kali
  • (Allohu akbar) 2 kali
  • (La ilaha illalloh) 1 kali

Syiah: Adzan versi Syiah:

  • (Allohu akbar) 4 kali
  • (Asyhadu alla ilaha illalloh) 2 kali
  • (Asyhadu anna Muhammadan rosululloh) 2 kali
  • (Asyhadu anna ‘Aliyyan waliyulloh) 2 kali
  • (Hayya alash Sholah) 2 kali
  • (Hayya alal falah) 2 kali
  • (Hayya ala khoiril ‘amal) 2 kali
  • (Allohu akbar) 2 kali
  • (La ilaha illalloh) 2 kali

 Demikian telah kami nukilkan perbedaan-perbedaan antara aqidah Ahlu as-Sunnah Waljamaah dan aqidah Syi’ah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah).  Sengaja  kami  nukil  sedikit saja,  sebab apabila kami nukil seluruhnya, maka akan memenuhi halaman-halaman buku ini.

Harapan kami semoga pembaca dapat memahami benar-benar perbedaan-perbedaan tersebut. Selanjutnya pembaca yang mengambil keputusan (sikap).

Masihkah mereka akan dipertahankan sebaga Muslimin dan Mukminin? (Walaupun dengan Muslimin berbeda segalanya).

Sebenarnya yang terpenting dari keterangan-keterangan di atas adalah agar masyarakat memahami benar-benar, bahwa perbedaan yang ada antara Ahlu as-Sunnah dengan Syi’ah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah) itu, disamping dalam Furu’ (cabang-cabang agama) juga dalam Ushul (pokok/ dasar agama).

Apabila tokoh-tokoh Syi’ah sering mengaburkan perbedaan-perbedaan tersebut, serta memberikan keterangan yang tidak sebenarnya, maka hal tersebut dapat kita maklumi, sebab mereka itu sudah memahami benar-benar, bahwa Muslimin Indonesia tidak akan terpengaruh atau tertarik pada Syi’ah, terkecuali apabila disesatkan (ditipu).

Oleh karena itu, sebagian besar orang-orang yang masuk Syi’ah adalah orang-orang yang tersesat, yang tertipu oleh bujuk rayu tokoh-tokoh Syi’ah.

Akhirnya, setelah kami menyampaikan perbedaan-perbedaan antara Ahlu as-Sunnah dengan Syi’ah, maka dalam kesempatan ini kami menghimbau kepada Alim Ulama serta para tokoh masyarakat, untuk selalu memberikan penerangan kepada umat Islam mengenai kesesatan ajaran Syi’ah. Begitu pula untuk selalu menggalang persatuan sesama Ahlu as-Sunnah dalam menghadapi rongrongan yang datangnya dari golongan Syi’ah. Serta lebih waspada dalam memantau gerakan Syi’ah di daerahnya. Sehingga bahaya yang selalu mengancam persatuan dan kesatuan bangsa kita dapat teratasi.

Selanjutnya kami mengharap dari aparat pemerintahan untuk lebih peka dalam menangani masalah Syi’ah di Indonesia. Sebab bagaimanapun, kita tidak menghendaki apa yang sudah mereka lakukan, baik di dalam negeri maupun di luar negeri, terulang di negara kita.

Semoga Allah selalu melindungi kita dari penyesatan orang-orang Syi’ah dan aqidahnya. Amin.

 

Sumber: http://www.albayyinat.net/jwb5tc.html

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s