SUDAHKAH ANDA BERDOA KETIKA MASUK KAMAR MANDI ??

UCAPAN KETIKA MEMASUKI KAMAR MANDI

بسم الله الرحمن الرحيم

[بِسْمِ اللهِ] اَللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوْذَ بِكَ مِنَ اْلخُبُثِ وَ اْلخَبَائِثِ

           kamar mandi5 Dari Anas bin Malik radliyallahu anhu berkata, ‘Nabi Shallallahu alaihi wa sallam biasanya jika masuk ke dalam kamar mandi Beliau mengucapkan,

اَللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوْذَ بِكَ مِنَ اْلخُبُثِ وَ اْلخَبَائِثِ

“Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari gangguan al-Khubuts [1] (jin laki-laki) dan al-khoba’its (jin perempuan)”. [HR al-Bukhoriy: 142, 6322, Muslim: 375, Abu Dawud: 4, at-Turmudziy: 5, 6, an-Nasa’iy: I/ 20, Ibnu Majah: 298, Ahmad: III/ 99, 101, 282 dan ad-Darimiy: I/ 171. Berkata asy-Syaikh al-Albaniy: shahih]. [2]

            Dari Zaid bin Arqam radliyallahu anhu dari Rosulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya kamar kecil (jamban) ini ada yang menghuninya, maka apabila seseorang di antara kalian memasuki kamar kecil hendaklah ia mengucapkan,

أَعُوْذَ بِاللهِ مِنَ اْلخُبُثِ وَ اْلخَبَائِثِ

       Aku berlindung kepada Allah dari gangguan jin laki-laki dan perempuan”. [HR Abu Dawud: 6, Ibnu Majah: 296, Ahmad: IV/ 369, Ibnu Khuzaimah: 69, ath-Thoyalisiy dan ath-Thabraniy di dalam al-Kabir. Berkata asy-Syaikh al-Albaniy: Shahih]. [3]

            Dari Ali bin Abu Thalib radliyallahu anhu bahwasanya Rosulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

     سَتْرُ مَا بَيْنَ أَعْيُنِ اْلجِنِّ وَ عَوْرَاتِ بَنِى آدَمَ إِذَا دَخَلَ أَحَدُهُمْ اْلخَلَاءَ أَنْ يَقُوْلَ بِسْمِ اللهِ

            “Ada tirai penghalang antara pandangan mata jin dan auratnya manusia, apabila seseorang di antara mereka memasuki kamar kecil hendaklah mengucapkan bismillah”. [HR at-Turmudziy: 606 dan Ibnu Majah: 297. Berkata asy-Syaikh al-Albaniy: Shahih]. [4]

Berdasarkan dalil-dalil di atas dapat dipahami, bahwa ketika ada seorang muslim hendak memasuki kamar mandi, kamar kecil atau tempat terbuka yang jauh dari pandangan manusia untuk menunaikan hajatnya, hendaklah memulainya dengan mengucapkan doa yang syar’iy yaitu,

اَللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوْذَ بِكَ مِنَ اْلخُبُثِ وَ اْلخَبَائِثِ

            Lalu jika di dalam kamar mandi atau kamar kecil tersebut ia hendak membuka pakaiannya untuk mandi dan semisalnya, maka hendaklah ia mengucapkan “bismillah”. Sebab ucapan tersebut akan menjadi tirai penghalang dari pandangan jin terhadap auratnya.

            Adapun hadits yang diriwayatkan dari Abu Umamah bahwasanya Rosulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Jangan seseorang di antara kalian merasa lemah, apabila ia memasuki kamar kecilnya hendaklah ia mengucapkan,

            اَللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الرِّجْسِ النَّجِسِ اْلخَبِيْثِ اْلمـُخْبِثِ الشَّيْطَانِ الرِّجِيْمِ

            Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung pada-Mu dari yang kotor lagi najis, yang buruk lagi pembuat keburukan yaitu setan yang terkutuk”. [HR Ibnu Majah: 299, Abu al-Hasan al-Qaththan dan ath-Thabraniy di dalam al-Kabir. Berkata asy-Syaikh al-Albaniy: Dla’if]. [5]

            Di antara adab lain memasuki kamar mandi, kamar kecil atau jamban hendaknya menggunakan kaki kiri terlebih dahulu, dan keluarnya menggunakan kaki kanan. Meskipun tidak ada dalil khusus tentang hal itu, namun dapat dipahami dari dalil-dalil berikut ini,

عن عائشة قَالَتْ: كَانَتْ يَدُ رَسُوْلِ اللهِ صلى الله عليه و سلم اْليُمْنىَ لِطَهُوْرِهِ وَ طَعَامِهِ وَ كَانَتْ يَدُهُ اْليُسْرَى لِخَلاَئِهِ وَ مَا كَانَ مِنْ أَذًى

Dari Aisyah radliyallahu anha berkata, ”Tangan kanannya Rosulullah Shallallahu alaihi wa sallam untuk bersuci dan makan sedangkan tangannya yang kiri untuk ke kamar kecil dan apa yang terdapat kotoran”. [HR Abu Dawud: 33. Berkata asy-Syaikh al-Albaniy: Shahih]. [6]

عن عائشة قَالَتْ: كَانَ النَّبِيُّ  صلى الله عليه و سلم يُحِبُّ التَّيَمُّنَ مَا اسْتَطَاعَ فىِ شَأْنِهِ كُلِّهِ فىِ طَهُوْرِهِ وَ تَرَجُّلِهِ وَ تَنَعُّلِهِ

Dari Aisyah radliyallahu anha berkata, “Nabi Shallallahu alaihi wa sallam menyukai mendahulukan kanan apa yang Beliau sanggupi di dalam keadaan seluruhnya, di dalam bersuci, bersisir dan menggunakan sandal”. [HR al-Bukhoriy: 168, 426, 5380, 5854, 5926, Muslim: 268 dan Ibnu Khuzaimah: 179. Berkata asy-Syaikh al-Albaniy Shahih]. [7]

Dari hadits ini, asy-Syaikh Ali Basam mengatakan, “Mendahulukan yang kanan untuk perkara yang baik, ini ditunjukkan oleh dalil syar’iy, dalil logika dan kedokteran. Berkata al-Imam an-Nawawiy rahimahullah, ’Kaidah syar’iy yang tetap berlangsung adalah dianjurkannya memulai dengan yang kanan-kanan. Yaitu untuk setiap perkara yang bertujuan untuk memuliakan dan berhias. Sedangkan untuk perkara sebaliknya (yang jelek), maka digunakan yang kiri-kiri.  Sesungguhnya menjadikan yang kiri untuk segala sesuatu yang kotor adalah sesuatu yang lebih pantas, baik secara syar’iy ataupun logika”. [8]

Al-Imam asy-Syaukaniy rahimahullah mengatakan, “Adapun mendahulukan kaki kiri ketika masuk ke tempat buang hajat dan kaki kanan ketika keluar, maka itu memiliki alasan dari sisi bahwa Nabi Shallallahu alaihi wa sallam lebih suka mendahulukan yang kanan untuk hal-hal yang baik-baik. Sedangkan untuk hal-hal yang jelek (kotor), beliau lebih suka mendahulukan yang kiri. Hal ini berdasarkan dalil yang sifatnya global”. [9]

Berkata asy-Syaikh DR Abdul Azhim bin Badawiy hafizhohullah, “Dianjurkan untuk mendahulukan kaki kiri ketika masuk (kamar mandi) dan kaki kanan ketika keluar. Hal tersebut dikarenakan keadaan yang kanan-kanan itu sesuatu yang mulia sedangkan yang kiri-kiri itu untuk selain itu. Sungguh telah datang penjelasan yang menunjukkan hal tersebut di dalam suatu keterangan”. [10]

Jadi dari dalil hadits shahih dan penjelasannya tersebut di atas dapat dipahami bahwa Rosulullah Shallallahu alaihi wa sallam menyukai mendahulukan kanan apa yang Beliau sanggupi di dalam keadaan seluruhnya dalam hal yang baik-baik. Sedangkan dalam hal yang di dalamnya ada kejelekan atau kotoran maka Beliau lebih suka memulainya dengan yang kiri, semisal istinja’ (cebok), memegang kemaluan dan selainnya. Termasuk pula ketika melangkahkan kaki untuk masuk ke dalam kamar mandi, kamar kecil dan yang semisalnya.

Wallahu a’lam bish showab.


[1]Berkata asy-Syaikh Salim bin Ied al-Hilalaiy hafizhohullah, “Al-khubuts adalah jin laki-laki dan al-khoba’its adalah jin perempuan”. [Nail al-Awthar bi Takhrij Ahadits Kitab al-Adzkar: I/ 88].

[2]Mukhtashor Shahih Muslim: 108, Shahih Sunan Abi Dawud: 3, Shahih Sunan at-Turmudziy: 5, 6, Shahih Sunan an-Nasa’iy: 19, Shahih Sunan Ibni Majah: 243, Irwa’ al-Ghalil: 51, Shahih al-Jami’ ash-Shaghir: 4712, Nail al-Awthar bi takhrij Ahadits Kitab al-Adzkar: 66 dan al-Wabil ash-Shayyib min al-Kalim ath-Thayyib halaman 329.

[3] Shahih Sunan Abu Dawud: 4, Shahih Sunan Ibnu Majah: 241, Silsilah al-Ahadits ash-Shahihah: 1070, Misykah al-Mashobih: 357 dan al-Wabil ash-Shayyib min al-Kalim ath-Thayyib halaman 330.

[4]Shahih Sunan at-Turmudziy: 499, Shahih Sunan Ibnu Majah: 242, Irwa’ al-Ghalil: 50, Misykah al-Mashobih: 358 dan Nail al-Awthar bi Takhrij Ahadits Kitab al-Adzkar: 68.

[5]Dla’if Sunan Ibnu Majah: 59, Silsilah al-Ahadits adl-Dla’ifah wa al-Maudlu’ah: 4189, Dla’if al-Jami’ ash-Shaghir: 6354, Nail al-Awthar bi Takhrij Ahadits Kitab al-Adzkar: 69 dan al-Wabil ash-Shayyib min al-Kalim ath-Thayyib halaman 332 .

[6]Shahih Sunan Abi Dawud: 26.

[7] Mukhtashor Shahih al-Imam al-Bukhoriy: 110, Shahih al-Jami’ ash-Shaghir: 4918 dan Misykah al-Mashobih: 400.

[8] Taisir al-Allam Syar-h Umdah al-Ahkam oleh asy-Syaikh Ali Basam: I/ 44, Dar al-Faiha’ Dimasyq dan Dar as-Salam ar-Riyadl, cetakan pertama, tahun 1414 H.

[9]As-Sail al-Jaror, Muhammad bin ‘Ali Asy Syaukani, I/ 64, Dar al-Kutub al-Ilmiyah, cetakan pertama, tahun 1405 H.

[10]Al-Wajiz fi Fiq-h as-Sunnah wa al-Kitab al-Aziz halaman 42, Dar al-Fawa’id dan Dar Ibn Hazm. Yang dimaksud keterang tersebut adalah sebagaimana di dalam kitab AsSail alJaror, Muhammad bin ‘Ali Asy Syaukani, I/ 64.

Iklan

One comment on “SUDAHKAH ANDA BERDOA KETIKA MASUK KAMAR MANDI ??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s