Akhi, Bagi Yang Ingin Mengetahui Keutamaan Surat Yasin, ini lho hadits-haditsnya..

KELEMAHAN HADITS-HADITS TENTANG FADLILAH SURAT YASIN

بسم الله الرحمن الرحيم

Yasin1Kebanyakan kaum muslimin membiasakan membaca surat Yasin, baik pada malam Jum’at, ketika mengawali atau menutup majlis ta’lim, ketika ada atau setelah kematian dan pada acara-acara lain yang mereka anggap penting. Saking seringnya surat Yasin dijadikan bacaan di berbagai pertemuan dan kesempatan, sehingga mengesankan, Alqur’an itu hanyalah berisi surat Yasin saja. Dan kebanyakan orang membacanya memang karena tergiur oleh fadlilah atau keutamaan surat Yasin dari hadits-hadits yang banyak mereka dengar, atau menurut keterangan dari guru mereka.

Alqur’an yang di wahyukan Allah adalah terdiri dari 30 juz. Semua surat dari al-Fatihah sampai an-Nas, jelas memiliki keutamaan yang setiap umat Islam wajib mengamalkannya. Oleh karena itu sangat dianjurkan agar umat Islam senantiasa membaca Alqur’an. Dan kalau sanggup hendaknya mengkhatamkan Alqur’an setiap pekan sekali, atau sepuluh hari sekali, atau dua puluh hari sekali atau khatam setiap bulan sekali. [Hadist Riwayat al-Bukhoriy, Muslim dan lainnya].

Sebelum melanjutkan pembahasan, yang perlu dicamkan dan diingat dari tulisan ini, adalah dengan membahas masalah ini bukan berarti penulis melarang atau mengharamkan membaca surat Yasin.

Sebagaimana surat-surat Alqur’an yang lain, surat Yasin juga harus kita baca. Akan tetapi di sini penulis hanya ingin menjelaskan kesalahan mereka yang menyandarkan tentang fadlilah dan keutamaan surat Yasin kepada Nabi Shallallahu alaihi wa sallam.

Selain itu, untuk menegaskan bahwa tidak ada tauladan dari Nabi Shallallahu alaihi wa sallam membaca surat Yasin setiap malam Jum’at, setiap memulai atau menutup majlis ilmu, ketika dan setelah kematian dan lain-lain.

Mudah-mudahan keterangan berikut ini tidak membuat patah semangat, tetapi malah memotivasi untuk membaca dan menghafalkan seluruh isi alqur’an serta mengamalkannya.

Kebanyakan umat Islam membaca surat Yasin karena -sebagaimana dikemukakan di atas- fadlilah dan ganjaran yang disediakan bagi orang yang membacanya. Tetapi, setelah penulis membaca, mengkaji dan menelaah tentang hadits-hadits yang menerangkan fadlilah surat Yasin di dalam beberapa kitab yang penulis miliki, penulis dapati semuanya adalah Lemah.

Perlu ditegaskan di sini, jika telah tegak hujjah dan dalil maka kita tidak boleh berdusta atas nama Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam sebab ancamannya adalah Neraka. Karena menyampaikan dan mengamalkan hadits dla’if dan maudlu’ itu berarti telah berdusta atas nama Beliau Shallallahu alaihi wa sallam. [Hadits Riwayat al-Bukhoriy, Muslim, Ahmad dan lainnya].

HADITS DLA’IF DAN MAUDLU’

Adapun hadits-hadits yang semuanya dla’if (lemah) dan atau maudlu’ (palsu) yang dijadikan dasar tentang fadlilah surat Yasin diantaranya adalah sebagai berikut,

Hadist 1

      مَنْ قَرَأَ يس فِى لَيْلَةٍ أَصْبَحَ مَغْفُوْرًا لَهُ وَ مَنْ قَرَأَ الدُّخَانَ لَيْلَةَ اْلجُمُعَةِ أَصْبَحَ مَغْفُوْرًا لَهُ

Artinya, “Siapa yang membaca surat Yasin dalam suatu malam, maka ketika ia bangun pagi hari diampuni dosanya dan siapa yang membaca surat Ad-Dukhan pada malam Jum’at maka ketika ia bangun pagi hari diampuni dosanya”. [Ibnu al-Jauzi, Al-Maudlu’at, I/ 247, Dar al-Fikr cetakan kedua tahun 1403H/ 1983M].

Keterangan: Hadits ini Palsu (موضوع).

Ibnu al-Jauzi mengatakan, hadits ini dari semua jalannya adalah bathil, tidak ada asalnya. Al-Imam ad-Daruquthniy berkata, ‘Muhammad bin Zakaria yang ada dalam sanad hadits ini adalah tukang memalsukan hadits’. [Periksa: Al-Maudlu’at, Ibnu al-Jauzi, I/246-247, Mizan al-I’tidal:  III/549, Lisan al-Mizan: V/168, Al-Fawaid al-Majmu’ah halaman 268 No: 944].

Hadits 2

مَنْ قَرَأَ ((يس)) فِي لَيْلَةٍ ابْتِغَاءَ وَجْهِ اللهِ غُفِرَ لَهُ

Artinya, “Siapa yang membaca surat Yasin pada malam hari karena mencari keridhaan Allah, niscaya Allah mengampuni dosanya”.

Keterangan: Hadits ini Lemah (ضعيف).

Diriwayatkan oleh ath-Thabraniy dalam kitabnya al-Mu’jam al-Ausath dan al-Mu’jam ash-Shaghir dari Abu Hurairah, tetapi dalam sanadnya ada rawi Aghlab bin Tamim. Kata al-Imam al-Bukhoriy, ‘ia munkarul hadits’. Kata Ibnu Ma’in, ‘ia tidak ada apa-apanya (tidak kuat)’. (Periksa: Mizan al-I’tidal:  I/ 273-274 dan Lisan al-Mizan: I/  464-465).

Hadits 3

      مَنْ قَرَأَ يس فِى لَيْلَةٍ ابْتِغَاءَ وَجْهِ اللهِ غُفِرَ لَهُ فِى تِلْكَ اللَّيْلَةِ

            “Barangsiapa membaca surat Yasin pada malam hari dalam rangka mengharap keridloan Allah, maka ia akan diampuni dosanya pada malam itu”.

Keterangan: Hadits ini lemah (ضعيف).

Hadits ini diriwayatkan oleh al-Imam ad-Darimiy (II/ 457) dari jalan Walid bin Syuja’, ayahku telah menceritakan kepadaku, Ziyad bin Khaitsamah telah menceritakan kepadaku, dari Muhammad bin Juhadah dari al-Hasan dari Abu Hurairah radliyallahu anhu.

Hadits ini diriwayatkan juga oleh al-Baihaqiy, Abu Nu’aim dan al-Khathib dari jalan al-Hasan dari Abu Hurairah.

Hadits ini munqathi’, karena di dalam semua sanadnya terdapat al-Hasan bin Yasar al-Bashriy. Ia tidak mendengar dari Abu Hurairah.

Al-Imam adz-Dzahabiy berkata, “al-Hasan tidak mendengar dari Abu Hurairah, maka semua hadits-hadits yang ia riwayatkan dari Abu Hurairah termasuk hadits-hadits munqathi’”. [Lihat Mizan al-I’tidal: I/ 527 dan al-Fawa’id al-Majmu’ah halaman 269 nomor 945 tahqiq asy-Syaikh Abdurrahman al-Mu’allimiy].

Hadits 4

إِنِّي فَرَضْتُ عَلَى أُمَّتِي قِرَاءَةَ ((يس)) كُلَّ لَيْلَةٍ فَمَنْ دَاوَمَ عَلَى قِرَاءَتِهَا كُلَّ لَيْلَةٍ ثُمَّ مَاتَ مَاتَ شَهِيْدًا

Artinya, “Sesungguhnya aku wajibkan bagi umatku untk membaca surat Yasin setiap malam. Maka barangsiapa yang terus menerus membaca surat Yasin pada setiap malam, kemudian ia mati maka ia mati syahid”.

Keterangan: Hadits ini Palsu (موضوع).

Hadits ini diriwayatkan oleh ath-Thabraniy dalam al-Mu’jam ash-Shaghir dari Anas bin Malik radliyallahu anhu, tetapi dalam sanadnya ada Sa’id bin Musa al-Azdy, ia seorang pendusta dan dituduh oleh Ibnu Hibban sering memalsukan hadits. [Periksa: Tuhfah adz-Dzakirin, halaman 340, Mizan al-I’tidal: II/ 159-160, Lisan al-Mizan: III/ 44-45].

Berkata asy-Syaikh al-Albaniy, “Hadist ini Maudlu` (palsu)”.

Diriwayatkan oleh Abu asy-Syaikh di “ats-Tsawab”, dari jalannya asy-Syaikh asy-Syajriy di “al-Amaliy” (I/ 118) berkata, telah menghadistkan pada kami Ibnu Abi `Ashim, telah menghadistkan pada kami `Umar bin Hafsh al Washabiy, telah menghadistkan pada kami Sa`id bin Musa, telah mengceritakan pada kami Rabah bin Zaid dari Ma`mar dari az-Zuhriy dari Anas marfu`.

As-Suyuthiy menampilkan riwayat ini di “Dzail al-Ahadist al-Maudlu`ah” (halaman 24) dari riwayat Abi asy-Syaikh, kemudian beliau berkata, “Sa`id rawi yang dituduh”. Diakui oleh Ibnu `Iraq di “Tanzih asy-Syari`ah” (I/ 267).

Dan dari jalan al-Washabiy disebutkan bahagian yang kedua darinya- “Barang siapa mengamalkannya terus menerus….”- at Thabraniy di “al-Mu`jam ash-Shaghir” (halaman 210-Hindiyah), dari jalannya al-Khathib di “at-Tarikh) (III/ 245), dan berkata at-Thabraniy: “menyendiri dengannya Sa`id”. Berkata al-Haitsamiy di “al-Majma`” (VII/ 97), “diriwayatkan oleh at Thabraniy di “ash-Shaghir”, padanya ada Sa`id bin Musa al-Azdiy, dia pendusta”.

Baginya masih ada hadist hadist yang lain, maudlu` (palsu) sangat jelas kepalsuannya, salah satunya di “as-Sunnah” oleh Ibnu Abi `Ashim (I/305-306/696).

Telah lewat baginya hadist yang ketiga dengan no. 594. (adl-Dla`ifah 14/2/789 no.6844).

Hadits 5

مَنْ قَرَأَ يس فِى صَدْرِ النَّهَارِ قُضِيَتْ حَوَائِجُهُ

Artinya, “Siapa yang membaca surat Yasin pada permulaan siang (pagi hari) maka akan diluluskan semua hajatnya”.

Keterangan: Hadits ini Lemah (ضعيف).

Hadits ini diriwayatkan oleh al-Imam ad-Darimiy dari jalur Al-Walid bin Syuja’. Telah menceritakan kepadaku Ziyad bin Khaitsamah, dari Muhammad bin Juhadah, dari Atha’ bin Abi Rabah, ia berkata, “Telah sampai kepadaku bahwasanya Nabi Shallallahu alaihi wa sallam bersabda, …”.

Hadits ini mursal karena Atha’ bin Abi Rabah, pembawa hadits ini tidak pernah bertemu Nabi Shallallahu alaihi wa sallam. Sebab ia lahir sekitar tahun 24 H dan wafat tahun 114 H.

[Periksa: Sunan Ad-Darimiy: II/ 457, Misykah al-Mashabih: 2177, Mizan al-I’tidal: III/ 70 dan Taqrib at-Tahdzib: II/ 22].

Hadits 6

مَنْ قَرَأَ يس مَرَّةً فَكَأَنَّمَا قَرَأَ اْلقُرْآنَ مَرَّتَيْنِ

Artinya, “Siapa yang membaca surat Yasin satu kali, seolah-olah ia membaca alqur’an dua kali”. [Hadits Riwayat al-Baihaqiy dalam Syu’ab al-Iman].

Keterangan: Hadits ini Palsu (موضوع).

[Lihat Dla’if al-Jami’ ash-Shaghir: 5789 dan Silsilah al-Ahadits adl-Dla’ifah wa al-Maudlu’ah: 4636 oleh asy-Syaikh al-Albaniy].

Hadits 7

مَنْ قَرَأَ يس مَرَّةً فَكَأَنَّمَا قَرَأَ اْلقُرْآنَ عَشْرَ مَرَّاتٍ

Artinya, “Siapa yang membaca surat Yasin satu kali, seolah-olah ia membaca alqur’an sepuluh kali”. (Hadits Riwayat al-Baihaqiy dalam Syu’ab al-Iman).

Keterangan: Hadits ini Palsu (موضوع).

[Lihat Dla’if al-Jami’ ash-Shaghir: 5786 dan Silsilah al-Ahadits adl-Dla’ifah wa al-Maudlu’ah: 169, 4636 oleh asy-Syaikh al-Albaniy].

Hadits 8

إِنَّ لِكُلِّ شَيْءٍ قَلْبًا وَ قَلْبُ اْلقُرْآنِ يس وَ مَنْ قَرَأَ يس كَتَبَ اللهُ لَهُ بِقِرَاءَتِهَا قِرَاءَةَ اْلقُرْآنِ عَشْرَ مَرَّاتٍ

Artinya, “Sesungguhnya tiap-tiap sesuatu mempunyai hati dan hati (inti) Al-Qur’an itu ialah surat Yasin. Siapa yang membacanya maka Allah akan memberikan pahala bagi bacaannya itu seperti pahala membaca Al-Qur’an sepuluh kali”.

Keterangan: Hadits ini Palsu (موضوع).

Hadits ini diriwayatkan oleh at-Tirmidziy: 2887 dan ad-Darimiy: II/ 456 dari jalan Humaid bin Abdurrahman dari al-Hasan bin Shalih dari Harun Abu Muhammad dari Muqatil bin Hayyan (yang benar Muqatil bin Sulaiman) dari Qotadah dari Anas secara marfu’.

Di dalam hadits tersebut terdapat dua rawi yang lemah,

1). Harun Abu Muhammad.

Majhul (tidak dikenal riwayat hidupnya).

Kata al-Imam az-Dzahabiy, “Aku menuduhnya majhul”. [Lihat Mizan al-I’tidal: IV/288].

2) Muqatil bin Sulaiman.

Kata Ibnu Ma’in, “Dla’if”.

Kata al-Imam Ahmad bin Hambal, “Aku tidak peduli kepada Muqatil bin Hayyan dan Muqatil bin Sulaiman”. [Lihat Mizan al-I’tidal:IV/ 171-172].

Al-Imam Ibnu Abi Hatim berkata dalam kitabnya al-Ilal (II/ 55-56), “Aku pernah bertanya kepada ayahku tentang hadits ini. Jawabnya, ‘Muqatil yang ada dalam sanad hadits ini adalah Muqatil bin Sulaiman, aku mendapati  hadits ini di awal kitab yang di susun oleh Muqatil bin Sulaiman’. Dan ini adalah hadits batil, tidak ada asalnya”. (Periksa: Silsilah al-Ahadits adl-Dla’ifah: 169, halaman 202-203).

Al-Imam adz-Dzahabiy juga membenarkan bahwa Muqatil dalam hadits ini adalah Muqatil bin Sulaiman. [Lihat Mizan al-I’tidal: IV/ 172].

Asy-Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albaniy berkata, “Apabila sudah jelas bahwa Muqatil yang dimaksud adalah Muqatil bin Sulaiman sebagaimana dinyatakan oleh al-Imam Abu Hatim dan diakui olehal-Imam adz-Dzahabiy maka hadits ini Maudlu’ (palsu)”. [Lihat Silsilah al-Ahadits adl-Dla’ifah wa al-Maudlu’ah: 169 halaman 313-314].

Al-Imam Waqi’ berkata, ‘Muqatil bin Sulaiman adalah tukang dusta (kadzdzab)’.

Al-Imam an-Nasa’iy berkata, ‘Muqatil bin Sulaiman sering dusta. [Periksa: Mizan al-I’tidal: IV/ 173].

Hadits 9

مَنْ قَرَأَ يس حِيْنَ يُصْبِحُ يُسِرَ يَوْمُ حَتَّى يُمْسِيَ وَ مَنْ قَرَأَهَا فِى صَدْرِ لَيْلَةٍ أُعْطِيَ يُسْرَ لَيْلَتِهِ حَتَّى يُصْبِحَ

Artinya, “Siapa yang membaca surat Yasin di pagi hari maka akan dimudahkan (untuknya) urusan hari itu sampai sore. Dan siapa yang membacanya di awal malam (sore hari) maka akan dimudahkan urusannya malam itu sampai pagi”.

Keterangan: Hadits ini Lemah (ضعيف).

Hadits ini diriwayatkan ad-Darimiy: II/ 457 dari jalur Amr bin Zararah. Telah menceritakan kepada kami Abdul Wahhab, telah menceritakan kepada kami Rasyid Abu Muhammad al-Himani dari Syah-r bin Hausyab, berkata, Ibnu Abbas telah berkata, ….

Dalam sanad hadits ini terdapat Syahr bin Hausyab. Kata Ibnu Hajar, “Ia banyak memursalkan hadits dan banyak keliru”. [Periksa: Taqrib at-Tahdzib:  I/ 355, Mizan al-I’tidal:  II/ 283].

Asy-Syaikh al-Albaniy berkata, “Syah-r bin Hausyab lemah dan tidak boleh dijadikan hujjah karena banyak salahnya”. [Lihat Silsilah al-Ahadits adl-Dla’ifah wa al-Maudlu’ah: I/ 426].

Hadits ini juga mauquf (hanya sampai kepada shahabat saja).

Hadits 10

      مَنْ قَرَأَ يس كُلَّ لَيْلَةٍ غُفِرَ لَهُ

“Barangsiapa membaca surat Yasin setiap malam, niscaya akan diampuni (dosa-dosanya)”. [HR al-Baihaqiy dalam Syu’ab al-Iman dari Abu Hurairah].

Keterangan: Hadits ini lemah (ضعيف).

[Lihat Dla’if al-Jami’ ash-Shaghir: 5788 dan Silsilah al-Ahadits adl-Dla’ifah wa al-Maudlu’ah: 4636].

Hadits 11

      إِنَّ اللهَ تبارك و تعالى قَرَأَ طه وَ يس قَبْلَ أَنْ يَخْلُقَ آدَمَ بِأَلْفَي عَامٍ فَلَمَّا سَمِعَتِ اْلمـَلَائِكَةُ اْلقُرْآنَ قَالُوْا طُوْبَى لِأُمَّةٍ يَنْزِلُ هَذَا عَلَيْهِمْ وَ طُوْبَى لِأَلْسُنٍ تَتَكَلَّمُ بِهَذَا وَ طُوْبَى لِأَجْوَافٍ تَحْمِلُ هَذَا

            “Sesungguhnya Allah tabaroka wa ta’ala membaca surat Thoha dan Yasin , dua ribu tahun sebelum diciptakannya Adam alaihi as-Salam. Tatkala para Malaikat mendengar alqur’an (yaitu kedua surat tersebut), mereka berkata, “Berbahagialah bagi umat yang turun surat tersebut kepada mereka. Alangkah baiknya lidah-lidah yang berkata dengannya dan baiklah juga rongga-rongga yang membawanya (yakni menghafalnya)”.

Keterangan: Hadits ini munkar (منكر).

Hadits ini diriwayatkan oleh ad-Darimiy: II/ 456, Ibnu Khuzaimah dalam kitab at-Tauhid (no: 328), Ibnu Hibban dalam kitab adl-Dlu’afa’ (I/ 108), Ibnu Abi Ashim dalam as-Sunnah (no: 607), al-Baihaqiy dalam al-Asma wa ash-Shifat (I/ 365) dan ath-Thabraniy dalam al-Mu’jam al-Ausath (no: 4873) dari jalan Ibrahim bin Muhajir bin Mismar berkata, telah menceritakan kepada kami Umar bin Hafsh bin Dzakwan dari Maula al-Huraqah “. Kata Ibnu Khuzaimah, “Namanya Abdurrahman bin Ya’qub bin al-Ala bin Abdurrahman dari Abu Hurairah berkata, telah bersabda Rosulullah Shallallahu alaihi wa sallam, … “.

Matan hadits ini maudlu’ (palsu). Kata Ibnu Hibban, “Matan hadits ini palsu dan sanadnya sangat lemah, karena ada dua rawi lemah,

1). Ibrahim bin Muhajir bin Mismar.

Kata al-Imam al-Bukhoriy, “Ia adalah munkar al-Hadits”.

Kata al-Imam an-Nasa’iy, “Ia perawi lemah”.

Kata Ibnu Hibban, “Ia sangat munkar haditsnya”.

Kata al-Hafizh Ibnu Hajar, “Ia perawi lemah”.

[Lihat Mizan al-I’tidal: I/ 67 dan Taqrib at-Tahdzib: I/ 67 no: 255].

2). Umar bin Hafsh bin Dzakwan.

Kata al-Imam Ahmad, “Kami tinggalkan haditsnya dan kami bakar”.

Kata al-Imam Ali ibnu al-Madiniy, “Ia seorang rawi yang tidak tsiqah”.

Kata al-Imam an-Nasa’iy, “Ia rawi matruk”.

[Lihat Mizan al-I’tidal: III/ 189 dan Silsilah al-Ahadits adl-Dla’ifah wa al-Maudlu’ah: 1248].

Berkata al-Hafizh Ibnu Katsir, “Hadits ini gharib dan munkar, karena Ibrahim bin Muhajir bin Mismar dan syaikhnya (yaitu Umar bin Hafsh bin Dzakwan) diperbincangkan (oleh para ulama hadits)”.

[Lihat Tafsir Ibnu Katsir: III/ 156 cetakan Dar as-Salam tahun 1413 H].

Hadits 12

      مَنْ سَمِعَ سُوْرَةَ يس عَدَلَتْ لَهُ عِشْرِيْنَ دِيْنَارًا فِى سَبِيْلِ اللهِ وَ مَنْ قَرَأَهَا عَدَلَتْ لَهُ عِشْرِيْنَ حَجَّةً وَ مَنْ كَتَبَهَا وَ شَرِبَهَا أُدْخِلَتْ جَوْفَهُ أَلْفَ يَقِيْنٍ وَ أَلْفَ نُوْرٍ وَ أَلْفَ بَرَكَةٍ وَ أَلْفَ رَحْمَةٍ وَ أَلْفَ رِزْقٍ وَ نُزِعَتْ مِنْهُ كُلُّ غِلٍّ وَ دَاءٍ

            “Barangsiapa mendengar bacaan surat Yasin ia akan diberi ganjaran 20 dinar di jalan Allah. Barangsiapa yang membacanya akan diberi ganjaran kepadanya laksana ganjaran 20 kali menunaikan ibadah haji. Barangsiapa yang menulisnya kemudian meminum airnya maka akan dimasukkan ke rongga dadanya 1000 keyakinan, 1000 cahaya, 1000 berkah, 1000 rahmat, 1000 rizki dan akan dicabut segala macam kesuliatan dan penyakit darinya”.

Keterangan: Hadits ini palsu (موضوع).

Hadits ini diriwayatkan oleh al-Khathib dari Ali. Lalu ia berkata, “Hadits ini palsu”.

Ibnu Adiy berkata, “Dalam sanadnya ada rawi yang tertuduh memalsukan hadits yaitu Ahmad bin Harun”.

[Lihat Mizan al-I’tidal: I/ 162].

Dalam sanad hadit ini terdapat Isma’il bin Yahya al-Baghdadiy. Shalih bin Muhammad Jazarah berkata, “Ia sering memalsukan hadits”.

Al-Imam ad-Daruquthniy berkata, “Ia seorang tukang dusta dan matruk”.

Al-Imam al-Auza’iy berkata, “Ia salah seorang tukang dusta dan tidak halal meriwayatkan dari padanya”.

[Lihat al-Maudlu’at oleh Ibnu al-Jauziy: I/ 246-247, al-Fawa’id al-Majmu’ah fi Ahadits al-Maudlu’ah: 942 dan Mizan al-I’tidal: I/ 253-254].

Hadits 13

يس لِمَا قُرِأَتْ لَهُ

“Surat Yasin itu dapat memberi manfaat sesuai tujuan yang yang dibacakan untuknya”.

Keterangan: Hadits ini tidak ada asalnya  (لا أصل له)

[Lihat al-Mashnu’ fi Ma’rifat al-Hadits al-Maudlu’ oleh Ali al-Qari’ no: 414 halaman 215-216, ta’liq Abdul Fattah Abu Ghudah].

Kata al-Imam as-Sakhawiy, “Hadits ini tidak ada asalnya”.

[Lihat al-Maqashid al-Hasanah: 1342].

Hadits 14

      يس قَلْبُ اْلقُرْآنِ لَا يَقْرَأُهَا رَجُلٌ يُرِيْدُ اللهَ وَ الدَّارَ اْلآخِرَةَ إِلَّا غُفِرَ لَهُ وَ اقْرَأُوْهَا عَلَى مَوْتَاكُمْ

            “Surat Yasin itu hatinya Alqur’an, tidaklah seseorang membacanya karena mengharapkan keridloan Allah dan negeri akhirat (surga-Nya) melainkan akan diampuni (dosa-dosanya). Oleh sebab itu, bacakanlah surat Yasin itu untuk orang-orang yang akan mati di antara kalian”.

Keterangan: Hadits ini lemah (ضعيف).

Hadits ini diriwayatkan oleh Ahmad: V/ 26, an-Nasa’iy dalam kitab Amal al-Yaum wa al-Lailah: 1083 dari jalan Mu’tamir dari ayahnya dari seseorang dari ayahnya dari Ma’qil bin Yasar berkata, “Bahwasanya Rosulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda, ….. “.

Dalam hadits ini ada tiga orang yang majhul (tidak diketahui namanya dan keadaannya). Jadi hadits ini lemah dan tidak boleh dipakai (atau dijadikan hujjah).

[Lihat Fat-h ar-Rabbaniy: VII/ 63].

Hadits 15

اقْرَأُوْا يس عَلَى مَوْتَاكُمْ

Artinya, “Bacakanlah surat Yasin kepada orang yang akan mati di antara kamu”.

Keterangan: Hadits ini Lemah (ضعيف).

Diantara yang meriwayatkan hadits ini adalah Ahmad: V/ 26-27, Abu Dawud: 3121, Ibnu Abi Syaibah, Ibnu Majah: 1448, al-Hakim, al-Baihaqiy, ath-Thayalisiy dan an-Nasa’iy di dalam Amal al-Yaum wa al-Lailah dari jalan Sulaiman at-Taimiy dari Abu Utsman  (bukan an-Nahdiy) dariayahnya, dari Ma’qil bin Yasar berkata, Telah bersabda Rosulullah Shallallahu alaihi wa sallam, ….”.

Hadits ini didla’ifkan oleh asy-Syaikh al-Albaniy di dalam Dla’if Sunan Ibnu Majah: 308, Dla’if Sunan Abu Dawud: 683, Irwa’ al-Ghalil: 688 dan Dla’if al-Jami’ ash-Shaghir: 1072.

Dan Juga dia’ifkan oleh asy-Syaikh Salim bin Ied al-Hilaliy hafizhohullah di dalam kitab Nail al-Authar bi takhrij Ahadits kitab al-Adzkar: I/ 342 no: 430 cetakan Dar Ibnu Hazm, cetakan kedua, tahun 1425 H/ 2004 M.

Hadits ini lemah karena ada tiga sebab yang menjadikan hadits ini lemah,

1). Abu Utsman, seorang yang majhul (tidak diketahui).

2). Ayahnya juga majhul.

3). Hadits ini juga mudltharib (goncang /tidak jelas) sanadnya.

Penjelasan para Imam Ahli Hadits tentang hadits ini,

1)). Tentang Abu Utsman.

Kata al-Imam adz-Dzahabiy, “Abu Utsman rawi yang tidak dikenal (majhul)”.

Kata Ali Ibnu al-Madiniy, “Tidak ada yang meriwayatkan dari Abu Utsman melainkan Sulaiman at-Taimiy”.

Maksud Ali Ibnu al-Madiniy adalah bahwa Abu Utsman itu majhul.

[Lihat Mizan al-I’tidal: IV/ 550, Tahdzib at-Tahdzib: XII/ 182 dan Irwa’ al-Ghalil fi Takhrij Ahadits Manar as-Sabil: III/ 151 hadits no: 688].

Kata Ibnu al-Mundzir, “Abu Utsman dan ayahnya bukan orang yang masyhur (tidak dikenal)”. [Lihat Aun al-Ma’bud: VIII/ 390].

Kata al-Imam Ibnu al-Qaththan, “Hadits ini ada illat (cacat)nya, serta hadits ini mudltharib (goncang) dan Abu Utsman majhul”.

Kata Abu Bakar Ibnu al-Arabiy dan ad-Daruquthniy, “Hadits dla’if isnadnya, majhul dan tidak ada satupun hadits yang shahih dalam bab ini (yakni dalam bab membacakan surat Yasin untuk orang yang akan mati)”.

[Periksa at-Talkhis al-Habir ma’a asy-Syar-h al-Muhadzdzab: V/ 110, Fat-h ar-Rabbaniy: VII/ 63 dan Irwa’ al-Ghalil: III/ 151].

Kata al-Imam an-Nawawiy, “Isnad hadits ini dla’if, di dalamnya ada dua orang yang majhul (yaitu Abu Utsman dan ayahnya)”. [Lihat al-Adzkar halaman 122].

2)). Tentang ayahnya Abu Utsman.

Ia adalah rawi yang mubham (rawi yang tidak diketahui namanya). Ia dikatakan majhul oleh para ulama hadits karena selain tidak diketahui namanya juga tidak diketahui tentang biografinya.

3)). Hadits ini mudltharib.

Hal ini karena sebahagian riwayat disebutkan, dari Abu Utsman dari ayahnya, dari Ma’qil bin Yasar. Sedangkan riwayat lain menyebutkan dari Abu Utsman dari Ma’qil tanpa menyebutkan dari ayahnya.

Kesimpulannya: Hadits ini lemah dan tidak boleh dipakai hujjah.

Hadits 16

      حدثنى اْلمـَشْيَخَةُ أَنَّهُمْ حَضَرُوْا غُضَيْفَ بْنِ اْلحَارِثِ الثُمَالِيِّ حِيْنَ اشْتَدَّ سَوْقُهُ فَقَالَ هَلْ مِنْكُمْ أَحَدٌ يَقْرَأُ يس قَالَ: فَقَرَأَهَا صَالِحُ بْنُ شُرَيْحٍ السَّكُوْنِيُّ فَلَمَّا بَلَغَ أَرْبَعِيْنَ مِنْهَأ قُبِضَ قَالَ: فَكَانَ اْلمـَشْيَخَةُ يَقُوْلُوْنَ إِذَا قُرِئَتْ عِنْدَ اْلمـَيِّتِ خُفِّفَ عَنْهُ بِهَا قَالَ صَفْوَانُ: وَ قَرَأَهَا عِيْسَى بْنُ اْلمـُعْتَمِرِ عِنْدَ ابْنِ مَعْبَدٍ

            Telah bercerita padaku beberapa syaikh bahwasanya mereka pernah hadir ketika Ghudlaif bin al-Harits ats-Tsumaliy mengalami naza’ (sakaratul maut) seraya berkata, “Siapakah di antara kalian yang dapat membacakan surat Yasin?”. Lalu Shalih bin Syuraih as-Sakuniy membacakannya. Maka ketika sampai pada ayat yang ke-40, Ghudlaif wafat. Shafwan berkata, Para syaikh berkata, “Bila dibacakan surat Yasin di sisi orang yang hendak mati niscaya akan diringankan bagi si mayit (keluarnya ruh) dengan sebab bacaan itu”. Kata Shafwan, “Kemudian Isa bin al-Mu’tamir membacakan surat Yasin di sisi Ibnu Ma’bad”.

Hadits ini diriwayatkan oleh al-Imam Ahmad: IV/ 105.

Keterangan: Riwayat hadits ini maqthu’(مقطوع) .

Yakni riwayat ini hanya sampai kepada tabi’in, tidak sampai kepada Nabi Shallallahu alaihi wa sallam. Sedangkan riwayat maqthu’ tidak bisa dijadikan hujjah. Apalagi riwayat ini juga lemah karena beberapa syaikh yang disebutkan itu majhul, tidak diketahui nama dan keadaan diri mereka masing-masing. Jadi riwayat ini lemah dan tidak bisa dipakai (sebagai hujjah).

[Lihat Irwa’ al-Ghalil: III/ 151-152].

Hadits 17

مَا مِنْ مَيِّتٍ يَمُوْتُ فَيُقْرَأُ عِنْدَهُ يس إِلَّا هَوَّنَ اللهُ عَلَيْهِ

Artinya, “Tidak seorang pun akan mati, lalu dibacakan Yasin di sisinya (maksudnya sedang naza’) melainkan Allah akan memudahkan (kematian itu) atasnya”.

Keterangan: Hadits ini Palsu (موضوع).

Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Nu’aim dalam kitab Akhbaru Ashbahan I/ 188. Dari jalan Marwan bin Salim al-Jazariy dari Shafwan bin Amr, dari Syuraih dari Abu ad-Darda’ secara marfu’.

Dalam sanad hadits ini terdapat seorang rawi yang sering memalsukan hadits yaitu Marwan bin Salim Al-Jazariy.

Al-Imam Ahmad dan an-Nasa’iy berkata, ‘ia tidak bisa dipercaya’.

Al-Imam al-Bukhoriy, Muslim dan Abu Hatim berkata, ‘ia munkarul hadits’.

Kata Abu ‘Arubah Al-Harrani, ‘ia sering memalsukan hadits’.

[Lihat Mizan al- I’tidal: IV/ 90-91 dan Irwa’ al-Ghalil: III/ 152].

Hadits 18

      مَنْ زَارَ قَبْرَ وَالِدَيْهِ كُلَّ جُمُعَةٍ فَقَرَأَ عِنْدَهُمَا أَوْ عِنْدَهُ يس غُفِرَ لَهُ بِعَدَدِ كُلِّ آيَةٍ أَوْ حَرْفٍ

            “Barangsiapa menziarahi kubur kedua orang tuanya setiap jum’at lalu ia membacakan surat Yasin di sisi keduanya atau di sisinya maka ia akan diampuni dengan sebanyak tiap ayat atau huruf (dari surat tersebut)”.

Keterangan: Hadits ini maudlu’ (موضوع).

[Lihat Silsilah al-Ahadits adl-Dla’ifah wa al-Maudlu’ah: I/ 126 (50) dan Dla’if al-Jami’ ash-Shaghir: 5606].

Hadits Riwayat Ibnu Adiy , Abu Nu’aim di dalam Akhbar Ashbahan, Abdul Ghaniy al-Muqaddisiy di dalam as-Sunan dari jalan Abu Mas’ud Yazid bin Khalid, telah menceritakan kepada kami Amr bin Ziyad, telah menceritakan kepada kami Yahya bin Salim ath-Tha’ifiy dari Hisyam bin Urwah dari ayahnya dari Aisyah dari Abu Bakar ash-Shiddiq secara marfu’.

Berkata adz-Dzahabiy, “Ini adalah hadits yang tidak tsabit”.

Berkata Ibnu Adiy, “Bathil, tidak ada asalnya dengan isnad ini”.

Ia menyebutkannya di terjemah Amr bin Ziyad ini, dan dia adalah Abu al-Hasan ats-Tsaubaniy. Yang disertai dengan hadits-hadits yang lain. Ia berkata pada salah satunya, “palsu”.

Kemudia ia berkata, “Amr bin Ziyad mempunyai hadits lain selain hadits ini. Diantaranya curian yang dicuri dari yang tsiqot dan diantaranya lagi adalah maudlu’. Dan ia tertuduh memalsukannya.

Berkata ad-Daruquthniy, “Ia suka memalsukan hadits”.

[Lihat Silsilah al-Ahadits adl-Dla’ifah wa al-Maudlu’ah: I/ 127 (50)].

PENJELASAN

Al-Allamah Ibnu Qayyim Al-Jauziyah (wafat tahun 751 H) berkata, “(Riwayat-riwayat) yang menyebutkan tentang keutamaan-keutamaan surat-surat dan ganjaran bagi orang-orang yang membaca surat ini akan mendapatkan pahala begini dan begitu dari awal alqur’an sampai akhir, sebagaimana yang disebutkan oleh ats-Tsa’labiy dab al-Wahidiy pada awal tiap-tiap surat dan Zamakhsyariy pada akhir surat, semuanya ini kata Abdullah bin al-Mubarak, “Semua hadits yang mengatakan, barangsiapa membaca surat ini akan diberikan ganjaran begini dan begitu SEMUA HADITS TENTANG ITU ADALAH PALSU. Mereka (para pemalsu hadits) mengatas namakan sabda Rosulullah Shallallahu alaihi wa sallam. Sesungguhnya orang-orang yang membuat hadits itu telah mengakui bahwa mereka telah memalsukannya”.

Mereka berkata, “Tujuan kami membuat hadits-hadits palsu adalah agar manusia sibuk dengan (membaca surat-surat tertentu dari Alqur’an) dan menjauhkan mereka dari isi Alqur’an yang lain, juga kitab-kitab selain Alqur’an”.

Mereka (yakni para pemalsu hadits) adalah orang-orang yang sangat bodoh. Apakah mereka tidak tahu hadits??.

Dari Salamah bin al-Akwa’ radliyallahu anhu berkata, aku pernah mendengar Nabi Shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ يَقُلْ عَلَيَّ مَاَ لَمْ أَقُلْ فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ

“Barangsiapa yang berkata atas namaku sesuatu yang TIDAK pernah aku katakan, maka siapkan tempatnya  di neraka”. [HR al-Bukhoriy: 109 dan Ahmad: II/ 501 dari Abu Hurairah. Dishahihkan oleh asy-Syaikh al-Albaniy di dalam Mukhtasor shahih al-Bukhoriy: 74. lihat juga beberapa dalil lainnya lebih banyak dan luas di https://cintakajiansunnah.wordpress.com/2012/06/05/larangan-menyampaikan-hadits-lemah-palsu/]

[Lihat Al-Manar al-Munif ash-Shahih Wa adl-Dla’if, halaman 113-115].

KESIMPULAN

Dengan demikian jelaslah bahwa hadit-hadits tentang fadlilah dan keutamaan surat Yasin, semuanya LEMAH dan PALSU. Oleh karena itu, hadits-hadits tersebut tidak dapat dijadikan hujjah untuk menyatakan keutamaan surat ini dan surat-surat yang lain, dan tidak bisa pula untuk menetapkan ganjaran atau penghapusan dosa bagi mereka yang membaca surat ini. Tentang masalah mendapatkan ganjaran bagi orang yang membaca Alqur’an memang ada sebagaimana sabda Nabi Shallallahu alaihi wa sallam,

Dari Ibnu Mas’ud radliyallahu anhu berkata, telah bersabda Rosulullah Shallalahu alaihi wa sallam,

مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللهِ فَلَهُ حَسَنَةٌ وَ اْلحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لاَ أَقُوْلُ الم حَرْفٌ وَلَكِنْ: أَلِفٌ حَرْفٌ وَ لاَمٌ حَرْفٌ وَ مِيْمٌ حَرْفٌ

“Barangsiapa yang membaca satu huruf dari Alqur’an maka ia akan mendapat pahala satu kebaikan, dan satu kebaikan itu dibalas dengan sepuluh kalinya. Aku tidak mengatakan; alif lam mim itu satu huruf, tetapi alif itu satu huruf, lam satu huruf dan mim satu huruf”. [HR at-Turmudziy: 2910, ad-Darimiy: II/ 429 dan al-Baihaqiy: 1983. Berkata asy-Syaikh al-Albaniy: Shahih, lihat Shahih Sunan at-Turmudziy: 2327, Shahih al-Jami’ ash-Shaghir: 6469, Misykah al-Mashobih: 2137 dan Syu’ab al-Iman: II/ 342].

Sesudah membaca, kita diperintah untuk memahami isi Alqur’an. Karena Allah ta’ala telah memerintahkan untuk mentadabburi dan mengamalkan isi Alqur’an.

أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ اْلقُرْءَانَ وَ لَوْ كَانَ مِنْ عِندِ غَيْرِ اللهِ لَوَجَدُوا فِيْهِ اخْتِلَافًا كَثِيرًا

“Maka apakah mereka tidak memperhatikan Alqur’an? Kalau kiranya alqur’an itu bukan dari sisi Allah tentulah mereka akan mendapatkan pertentangan yang banyak di dalamnya”. [QS an-Nisa’/ 4: 82].

أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ اْلقُرْءَانَ أَمْ عَلَى قُلُوبٍ أَقْفَالُهَا

“Maka apakah mereka tidak memperhatikan Alqur’an? Ataukah hati mereka telah terkunci?”. [QS Muhammad/ 47: 24].

Wallau a’lam bish showab.

***

 

Iklan

One comment on “Akhi, Bagi Yang Ingin Mengetahui Keutamaan Surat Yasin, ini lho hadits-haditsnya..

  1. Ping-balik: KEUTAMAAN SURAT AL-KAHFI | cinta kajian sunnah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s