SAUDARAKU, TERNYATA HADITS UMAR MENGUBUR ANAK PEREMPUANNYA HIDUP-HIDUP DIMASA JAHILIYAH ADALAH DUSTA

Hadits Palsu: Umar bin al-Khaththab Mengubur Anaknya Hidup-Hidup Di Masa Jahiliyah

بسم الله الرحمن الرحيم

umar9Beredar di sebagian kalangan kisah bahwa Umar bin al-Khaththab radliyallahu anhu, khalifah ke-2 sepeninggal Rosulullah Shallallahu alaihi wa sallam, pernah mengubur hidup-hidup anak perempuannya di masa Jahiliyah. Benarkah kisah ini? Simak penjelasan Ustadz Muhammad Wasitho, Lc. berikut ini.

***

Riwayat yang menyebutkan bahwa Umar bin al-Khaththab radliyallahu anhu mengubur hidup-hidup anak perempuannya di masa Jahiliyah adalah riwayat dusta dan batil.

Diantara bukti kedustaan dan kebatilannya adalah hal-hal sebagai berikut;

  1. Riwayat tersebut tidak ada sama sekali di dalam kitab-kitab hadits Ahlus Sunnah wal Jama’ah, baik itu kitab hadits shahih maupun hadits dla’if. Bahkan di dalam kitab tarikh (sejarah) Islam yang ditulis para ulama Ahlus Sunnah pun tidak ada dan tidak pernah disebutkan.
  2. Riwayat ini sangat sering dan banyak disebutkan serta disebar-luaskan oleh orang-orang Syi’ah Rafidlah yang sesat dan sangat dengki kepada Abu Bakar ash-Shiddiq, Umar bin al-Khaththab, dan para shahabat radliyallahu anhum, serta kaum muslimin secara umum.
  3. Mengubur hidup-hidup anak perempuan adalah bukan tradisi dan kebiasaan keluarga Umar bin al-Khaththab radliyallahu anhu dan kabilahnya dari Bani Adiy di masa Jahiliyah.
    Sebagai buktinya, Umar bin al-Khaththab radliyallahu anhu menikah dengan seorang wanita yang bernama Zainab binti Mazh’un (saudari Utsman bin Mazh’un radliyallahu anhu) radliyallahu anha melahirkan beberapa anak, diantaranya Hafshah radliyallahu anha, Abdurrahman dan Abdullah bin Umar bin al-khaththab radliyallahu anhum. Hafshah adalah anak perempuan Umar bin al-Khaththab yang paling besar. Ia dilahirkan 5 tahun sebelum diutusnya Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam sebagai Nabi dan Rosul. Demikian pula Umar memiliki saudari kandung yang bernama Fathimah binti al-Khaththab radliyallahu anha.
    Pertanyaannya, kalau sekiranya mengubur hidup-hidup anak perempuan adalah suatu tradisi dan kebiasaan keluarga Umar bin al-Khaththab dan Bani Adiy, maka kenapa Hafshah binti Umar bin al-Khaththab dan Fathimah binti al-Khaththab dibiarkan masih hidup hingga dewasa? Bahkan Hafshah binti Umar bin al-Khaththab menjadi salah satu istri Nabi shallallahu alaihi wa sallam.
    Padahal Hafshah adalah anak perempuan Umar bin al-Khaththab yang paling besar. Kenapa yg dikubur hidup-hidup adalah anak perempuannya yang paling kecil yang dilahirkan setelah Hafshah binti Umar bin al-Khaththab (jika kisah itu benar)? Dan kenapa kejadian ini tidak pernah diceritakan oleh anak-anak Umar dan keluarganya setelah mereka memeluk agama Islam?
  4. Kalau pun kita mengalah dan menganggap bahwa riwayat tersebut shahih, kita memandang tidak ada faidah dan manfaat sedikit pun dari menceritakan dan menyebarluaskan berita tersebut. Karena hal itu dilakukan di masa Jahiliyyah. Dan setelah Umar bin al-Khathab radliyallahu anhu masuk Islam, maka semua dosa-dosa dan kesalahannya, termasuk perbuatan kemusyrikan dan kekufurannya yang merupakan dosa besar yang paling besar dihapuskan dan diampuni oleh Allah ta’ala. Hal ini sebagaimana firman Allah ta’ala,

    قُلْ لِلَّذِينَ كَفَرُوا إِنْ يَنْتَهُوا يُغْفَرْ لَهُمْ مَا قَدْ سَلَفَ

    Katakanlah (hai Muhammad) kepada orang-orang kafir itu, ”Jika mereka berhenti (dari kekafirannya), niscaya Allah akan mengampuni mereka tentang dosa-dosa mereka yang sudah lalu”. [QS. al-Anfal/ 8: 8].
    Dan juga berdasarkan sabda Nabi shallallahu alaihi wa sallam kepada Amr bin al-Ash radliyallahu anhu ketika ia masuk Islam,

    أَمَا عَلِمْتَ أَنَّ الإِسْلاَمَ يَهْدِمُ مَا كَانَ قَبْلَهُ

    Tidakkah engkau mengetahui bahwa (masuk) Islam itu akan menghapuskan dosa-dosa dan kesalahan yang dilakukan sebelumnya”. [HR. Muslim: 121 dari Amr bin al-Ash radliyallahu anhu. Berkata asy-Syaikh al-Albaniy: Shahih. Lihat Mukhtashor Shahih Muslim: 64, Irwa’ al-Ghalil: 1280 dan Shahih al-Jami’ ash-Shaghir: 1329].

  5. Terdapat hadits shahih yang menunjukkan bahwa Umar bin al-Khaththab radliyallahu anhu tidak pernah mengubur anak perempuannya hidup-hidup di masa Jahiliyyah. Yaitu riwayat berikut ini,

    قال النعمان بن بشير رضي الله عنه : سمعت عمر بن الخطاب يقول: وسئل عن قوله : ( وَإِذَا الْمَوْءُودَةُ سُئِلَتْ ) التكوير/8، قال : جاء قيس بن عاصم إلى رسول الله صلى الله عليه وسلم قال : ( إني وأدت ثماني بنات لي في الجاهلية . قال : أعتق عن كل واحدة منها رقبة . قلت : إني صاحب إبل . قال : ( أهد إن شئت عن كل واحدة منهن بدن

    An-Nu’man bin Basyir radliyallahu anhu berkata, “Aku pernah mendengar Umar bin al-Khaththab berkata ketika ditanya tentang firman Allah, “Dan apabila bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya”. [QS. At-Takwir: 8].
    Umar menjawab, “Qois bin Ashim pernah mendatangi Rosulullah shallallahu alaihi wa sallam seraya berkata, “Sesungguhnya aku pernah mengubur hidup-hdiup delapan anak perempuanku di masa Jahiliyyah. Maka Nabi berkata (kepadanya), “Merdekakanlah seorang budak untuk setiap anak perempuan (yang engkau kubur hidup-hidup, pent)”. Aku jawab, “Aku memiliki unta”. Nabi berkata, “jika engkau mau, bersedekahlah dengan seekor unta untuk setiap anak perempuanmu yang engkau kubur hidup-hidup”.
    (Diriwayatkan oleh al-Bazzar: I/60, ath-Thabraniy di dalam al-Mu’jam al-Kabir: 18/337, dan al-Haitsamiy berkata, “Dan para perawi (dalam isnad) al-Bazzar adalah para perawi yang ada dalam kitab ash-Shahih (Shahih al-Bukhoriy/Muslim), kecuali Husain bin Mahdi al-Ailiy, dia perawi yang tsiqah (terpercaya)”. [Lihat Majma’ az-Zawaid VII/283. Dan hadits ini dinyatakan shahih oleh asy-Syaikh al-Albaniy di dalam Silsilah al-Ahadits ash-Shahihah: 3298].
    Hadits shahih yang diriwayatkan oleh Umar bin al-Khaththab radliyallahu anhu ini menerangkan tentang kaffarah (penebus dosa) bagi orang yang pernah mengubur hidup-hidup anak perempuan di masa Jahiliyyah. Tatkala Umar bin al-Khaththab meriwayatkan tentang perbuatan Qois bin Ashim, dan ia tidak menceritakan tentang dirinya dalam perbuatan tersebut, maka ini membuktikan bahwa Umar bin al-Khaththab tidak pernah mengubur hidup-hidup anak perempuannya, sebagaimana riwayat dusta dan batil yang beredar di tengah kaum muslimin.

Semoga mudah dipahami dan menjadi ilmu yang bermanfaat. Dan semoga Allah melindungi kita semua dari bahaya riwayat-riwayat dusta dan batil dalam urusan agama Islam. Wallahu a’lam bish-showab. Wabillahi at-Taufiq

Penulis: Ustadz Muhammad Wasitho, Lc., MA.

Sumber; http://muslim.or.id

Iklan

One comment on “SAUDARAKU, TERNYATA HADITS UMAR MENGUBUR ANAK PEREMPUANNYA HIDUP-HIDUP DIMASA JAHILIYAH ADALAH DUSTA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s