SERI KITAB SESAT DARI FIRQOH SESAT DAN MENYESATKAN (1)…

SEKILAS TENTANG KITAB SYI’AH “AL-KAFI AL-KULAINIY”

بسم الله الرحمن الرحيم

كتاب ” الكافي ” احتوى على كفر وزندقة و هو عمدة مراجع الشيعة في مذهبهم و قد اشتمل على ثلاثة أقسام : الأصول و الفروع و الروضةSyi'ah33 .

Kitab “Al-Kafi” mengandung banyak kekufuran dan kezindiqan, kitab tersebut merupakan rujukan utama kaum Syiah dalam madzhab mereka, terbagi ke dalam tiga bagian: al-Ushul, al-Furu’, ar-Raudlah.

ألَّفه : محمد بن يعقوب الكليني أبو جعفر هلك عام 328 هـ .

Ditulis oleh : Muhammad bin Ya’qub Al-Kulaini, Abu Ja’far, meninggal tahun 328 H.

ومن أمثلة ما في كتابه من كفر وزندقة :

Diantara kekufuran dan kezindiqan yang terdapat di dalamnya berikut ini sebagian kecil contohnya:

1. و في ( 1 / 258 ) بابٌ بعنوان ” باب أن الأئمة عليهم السلام يعلمون متى يموتونوأنهم لا يموتون إلا باختيارهم ” .

1). Di halaman 258 dari jilid 1, pada bab yang berjudul, “Bab Bahwasanya Para Imam Alaihi as-Salam Mengetahui Kapan Mereka Akan Mati, Dan Mereka Tidak Akan Mati Melainkan Sesuai Kehendak Mereka”. [1]

2. و بوَّب في ( 1 / 260 ) باباً بعنوان : ” باب أن الأئمة عليهم السلام يعلمون علم ما كانوما يكون وأنه لا يخفى عليهم شيء ” .

2). Di halaman 260 dari jilid 1, pada bab yang berjudul, “Bab Bahwasanya Para Imam Alaihi as-Salam Memiliki Ilmu Terkait Masa Lalu Dan Masa Depan, Dan Tidak Ada Sesuatu Apapun Yang Luput Dari Mereka”. [2]

و روى فيه عن أبي عبد الله قال : إني أعلم ما في السموات و ما في الأرض و أعلم ما في الجنة والنار و أعلم ما كان و ما يكون ” .

Diriwayatkan dari Abu Abdilllah, Dia Berkata, “Sesungguhnya Aku Mengetahui Apa Yang Ada Di Langit Dan Di Bumi, Dan Aku Mengetahui Apa Yang Ada Di Surga Dan Neraka, Dan Aku Mengetahui Kejadian Masa Lalu Dan Kejadian Masa Depan”.

3. و بوَّب في (1 / 407 – 410 ) باباً بعنوان : ” باب أن الأرض كلها للإمام ” .

3). Di halaman 407-410 dari jilid 1, pada bab yang berjudul, “Bab Bahwa Bumi Dan Seisinya Adalah Milik Imam”. [3]

و روى فيه عن أبي بصير عن أبي عبد الله عليه السلام – أي : جعفر الصادق – قال : ” أما علمتَ أن الدنيا و الآخرة للإمام ! يضعها حيث يشاء ! و يدفعها إلى من يشاء ؟! ” .

Diriwayatkan dari Abi Bashir dari Abi Abdullah Alaihi as-Salam (Ja’far ash-Shadiq) berkata, “Apakah kamu tidak tahu bahwa dunia dan akhirat adalah milik imam! Dia letakkan sesuka hatinya! Dan diberikan kepada yang dia kehendaki?!”.

4. و في ” فروع الكافي ” ( ص 59 ) : ” إن زيارة قبر الحسين تعدل عشرين حجة وأفضل من عشرين عمرة و حجة”.

4). Dan pada “Furu’ al-Kafi” halaman 59, “Sesungguhnya menziarahi kuburan al-Husain sama dengan haji 20 kali, dan bahkan lebih afdlol dari 20 kali umroh dan haji”.

فهذا بعض ما في كتابهم من كفر و زندقة ونسأل الله أن يكف بأسهم و شرَّهم و كفرهم عن المسلمين و أن يحفظ علينا دينناو الله أعلم

Inilah sebagian kekufuran dan kezindiqan yang terdapat pada kitab yang diagungkan penganut Syiah (sebuah agama yang penuh khurafat dan kedustaan). Semoga Allah menjauhkan tipu daya, keburukan dan kekufuran mereka dari kaum Muslimin. Dan senantiasa menjaga agama kita bagi kita (yaitu menjadikan kita tetap konsisten menjalankan ajaran agama kita yaitu Islam). Wallahu a’lam.

Sumber; http://islamqa.info/ar/111952 (( نبذة عن كتاب ” الكافي ” للكليني ))

 

[1] Ini bertentangan dengan; 1). QS Luqman/ 31: 34,

إِنَّ اللَّهَ عِنْدَهُ عِلْمُ السَّاعَةِ وَيُنَزِّلُ الْغَيْثَ وَيَعْلَمُ مَا فِي الْأَرْحَامِ وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ مَاذَا تَكْسِبُ غَدًا وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ بِأَيِّ أَرْضٍ تَمُوتُ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

“Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang hari kiamat, Dia-lah yang menurunkan hujan dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui dengan pasti apa yang akan diusahakannya besok dan tiada yang mengetahui di bumi mana ia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal”.

Ini adalah kunci-kunci keghaiban yang dimonopoli oleh Allah ta’ala akan pengetahuannya. Tidak ada seseorangpun yang mengetahuinya kecuali setelah diberitahu oleh Allah ta’ala tentangnya. Pengetahuan tentang waktu hari kiamat tidak ada seorangpun nabi yang diutus yang mengetahuinya dan tidak pula malaikat yang dekat. Tidak ada yang dapat menjelaskan akan waktunya melainkan Dia sendiri. Demikian pula dalam hal menurunkan hujan dan apa yang ada di dalam rahim. Demikian pula tidak ada seseorang yang mengetahui apa yang dikerjakannya besok di dunia dan akhiratnya. Tidak ada seseorangpun yang mengetahui di bumi mana ia akan mati yaitu di negerinya atau selainnya. Dan ini menyerupai firman Allah ta’ala, “Dan di sisi-Nya sajalah kunci-kunci keghaiban, tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri”, [QS al-An’am/ 6: 59].[Lihat Tafsir al-Qur’an al-Azhim oleh al-Imam Ibnu Katsir: III/ 548, penerbit Dar al-Fikr].

2). QS Yunus/ 10: 49,

قُلْ لَا أَمْلِكُ لِنَفْسِي ضَرًّا وَلَا نَفْعًا إِلَّا مَا شَاءَ اللَّهُ لِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌ إِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ فَلَا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ

            “Katakanlah, ‘Aku tidak berkuasa mendatangkan kemudlaratan dan tidak pula mendatangkan manfaat kepada diriku melainkan apa yang dikehendaki Allah. Tiap-tiap umat mempunyai ajal. Apabila telah datang ajal mereka maka mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak pula memajukannya”.

            Maka Allah berfirman, “Katakanlah, ‘Aku tidak berkuasa mendatangkan kemudlaratan dan tidak pula mendatangkan manfaat kepada diriku”. Yaitu aku tidak berkata kecuali apa yang telah diajarkan kepadaku dan akupun tidak berkuasa atas sesuatu dari apa yang telah menjadi hak monopoli-Nya kecuali apa yang Allah telah perlihatkan kepadaku. Aku hanyalah hamba dan utusan-Nya. Aku telah mengkhabarkan kepada kalian tentang kedatangan hari kiamat bahwa ia pasti akan terjadi yang Allah tidak menjelaskan kepadaku akan waktunya. Namun ‘tiap-tiap umat itu ada ajalnya’ yaitu tiap-tiap masa memiliki batas dari umur yang ditentukan. Apabila ajal mereka telah ditentukan maka ‘tidak mereka tidak dapat menundanya barang sesaatpun dan tidak pula memajukannya’. Sebagaimana firman Allah, “Allah sekali-kali tidak akan menunda dari seseorang apa bila telah datang ajalnya”, [QS al-Munafiqun/ 63: 11]. [Lihat tafsir al-Qur’an al-Azhim: II/ 511].

3). QS al-A’raf/ 7: 34,

            وَ لِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌ فَإِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً وَّ لَا يَسْتَقْدِمُونَ

“Tiap-tiap umat mempunyai ajal (batas waktu). Maka apabila telah datang waktunya, mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak pula memajukannya”.

Dan 4). QS Nuh/ 71: 4,

يَغْفِرْ لَكُمْ مِنْ ذُنُوبِكُمْ وَيُؤَخِّرْكُمْ إِلَى أَجَلٍ مُسَمًّى إِنَّ أَجَلَ اللَّهِ إِذَا جَاءَ لَا يُؤَخَّرُ لَوْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ

“Niscaya Allah akan mengampuni sebagian dosa-dosa kalian dan menangguhkanmu sampai kepada waktu yang ditentukan. Sesungguhnya ajal/ ketetapan Allah itu apabila telah datang maka tidak dapat ditangguhkan, jika kalian mengetahui”.

[2] Ini bertentangan dengan, 1). QS an-Naml/ 27: 65.

قُلْ لَا يَعْلَمُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ الْغَيْبَ إِلَّا اللَّهُ وَمَا يَشْعُرُونَ أَيَّانَ يُبْعَثُونَ

            “Katakanlah, ‘Tidak ada seorangpun di langit dan bumi yang mengetahui perkara yang ghaib kecuali Allah’. Dan mereka tidak mengetahui pula, kapan mereka akan dibangkitkan”.

            Allah ta’ala memerintahkan Rosul-Nya Shallallahu alaihi wa sallam untuk berkata dalam rangka mengajarkan seluruh makhluk, bahwasanya tidak ada seseorangpun di langit dan bumi yang mengetahui keghaiban kecuali Allah. Dan firman-Nya ta’ala “Kecuali Allah”, adalah istitsna munqothi (pengecualian terputus) yaitu tidak ada seseorangpun yang mengetahui hal itu kecuali Allah Azza wa Jalla, karena Allah sendirian saja dalam hal itu dan tiada sekutu baginya. Sebagaimana Allah ta’ala berfirman, “Di sisi-Nya kunci-kunci keghaiban, tiada yang mengetahuinya kecuali Dia”. Dan Allah ta’ala juga berfirman, “Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang hari kiamat dan Dia-lah yang menurunkan hujan”. [Lihat tafsir al-Qur’an al-Azhim: III/ 452].

            Jika Rosul Shallallahu alaihi wa sallam tidak mengetahui perkara ghaib kecuali apa yang Allah perlihatkan kepadanya sebagi suatu hikmat tertentu. Maka apakah para imam itu lebih utama dari Beliau alaihi ash-Sholatu wa as-Salam???.

2). QS al-An’am/ 6: 50,

-قُلْ لَا أَقُولُ لَكُمْ عِنْدِي خَزَائِنُ اللَّهِ وَلَا أَعْلَمُ الْغَيْبَ وَلَا أَقُولُ لَكُمْ إِنِّي مَلَكٌ إِنْ أَتَّبِعُ إِلَّا مَا يُوحَى إِلَيَّ قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الْأَعْمَى وَالْبَصِيرُ أَفَلَا تَتَفَكَّرُونَ

            “Katakanlah, ‘Aku tidak mengatakan kepadamu bahwa perbendaharaan Allah ada padaku, aku tidak mengetahui yang ghaib dan tidak pula aku mengatakan kepadamu bahwa aku seorang malaikat’. Aku tidaklah mengikuti kecuali apa yang diwahyukan kepadaku. Katakanlah, ‘Apakah sama orang yang buta dengan orang yang melihat?’. Maka apakah kamu tidak memikirkannya”.

3). QS al-An’am/ 6: 59,

-وَعِنْدَهُ مَفَاتِحُ الْغَيْبِ لَا يَعْلَمُهَا إِلَّا هُوَ وَيَعْلَمُ مَا فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَمَا تَسْقُطُ مِنْ وَرَقَةٍ إِلَّا يَعْلَمُهَا وَلَا حَبَّةٍ فِي ظُلُمَاتِ الْأَرْضِ وَلَا رَطْبٍ وَلَا يَابِسٍ إِلَّا فِي كِتَابٍ مُبِينٍ

            “Dan di sisi-Nya sajalah kunci-kunci keghaiban, tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri. Dia mengetahui apa yang di daratan dan lautan. Tiada sehelai daunpun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya pula dan tidak jatuh sebutir bijipun dalam kegelapan bumi dan tidak sesuatupun yang basah ataupun yang kering melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh)”.

4). QS Hud/ 11: 49,

-تِلْكَ مِنْ أَنْبَاءِ الْغَيْبِ نُوحِيهَا إِلَيْكَ مَا كُنْتَ تَعْلَمُهَا أَنْتَ وَلَا قَوْمُكَ مِنْ قَبْلِ هَذَا فَاصْبِرْ إِنَّ الْعَاقِبَةَ لِلْمُتَّقِينَ

            “Itu adalah sebahagian berita-berita penting yang ghaib yang Kami wahyukan kepadamu. Tidak pernah engkau mengetahuinya dan tidak pula kaummu sebelum ini. Maka bersabarlah, karena sesungguhnya kesudahan yang baik itu adalah bagi orang-orang yang bertakwa”.

            Allah ta’ala telah berfirman kepada Nabi-Nya Shallallahu alaihi wa sallam, kisah ini dan serupa dengannya ‘termasuk dari berita-berita ghaib’ yaitu berita-berita ghaib terdahulu yang Kami wahyukan kepadamu yakni Kami beritahukan kepadamu sebagai bentuk wahyu dari Kami kepadamu. Engkau dan kaummu yang sebelummu tidaklah mengetahuinya. [Lihat tafsir al-Qur’an al-Azhim: II/ 546]. Maka apakah para imam itu mengetahui lebih banyak dari Beliau???

[3] Ini bertentangan dengan; 1). QS Hud/ 11: 123,

وَلِلَّهِ غَيْبُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَإِلَيْهِ يُرْجَعُ الْأَمْرُ كُلُّهُ فَاعْبُدْهُ وَتَوَكَّلْ عَلَيْهِ وَمَا رَبُّكَ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ

            “Dan kepunyaan Allah-lah apa yang ghaib di langit dan di bumi dan kepada-Nya-lah dikembalikan urusan-urusan semuanya maka sembahlah Dia. Dan bertawakkal-lah kepada-Nya . Dan sekali-kali Rabbmu tidak lengah dari apa yang kamu kerjakan”.

2). QS Ali Imran/ 3: 128,

– لَيْسَ لَكَ مِنَ الْأَمْرِ شَيْءٌ أَوْ يَتُوبَ عَلَيْهِمْ أَوْ يُعَذِّبَهُمْ فَإِنَّهُمْ ظَالِمُونَ

            “Tidak ada sedikitpun campur tanganmu dalam urusan mereka itu, atau Allah menerima taubat mereka atau mengadzab mereka. Karena sesungguhnya mereka itu adalah orang-orang yang zhalim”.

3). QS Yunus/ 10: 31,

-قُلْ مَنْ يَرْزُقُكُمْ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ أَمْ مَنْ يَمْلِكُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَمَنْ يُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَيُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنَ الْحَيِّ وَمَنْ يُدَبِّرُ الْأَمْرَ فَسَيَقُولُونَ اللَّهُ فَقُلْ أَفَلَا تتقون

            “Katakanlah, ‘Siapakah yang memberi rizki kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah yang kuasa memberikan pendengaran dan penglihatan (kepadamu), siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan siapakah yang mengatur segala urusan?’. Maka mereka akan menjawab, ‘Allah’. Maka katakanlah, ‘Tidakkah kalian bertakwa (kepada-Nya)”.

            Allah ta’ala berfirman, “Tidak ada sedikitpun campur tanganmu dalam urusan mereka itu”, yaitu tetapi urusan-urusan tersebut semuanya kambali pada-Ku. Sebagaimana Allah ta’ala berfirman, “Karena sesungguhnya tugasmu hanyalah menyampaikan saja sedangkan kewajiban Kami menghisab amalan mereka”, [QS ar-Ra’d/ 13: 40]. Dan juga berfirman, “Bukanlah kewajibanmu menjadikan mereka mendapatkan petunjuk, akan tetapi Allah-lah yang memberi petunjuk bagi siapa yang dikehendaki-Nya”, [QS al-Baqarah/ 2: 272]. Dan juga berfirman, “Sesungguhnya engkau tidak dapat memberi petunjuk kepada orang yang engkau cintai akan tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya”, [QS al-Qashash/ 28: 56].

            Berkata Muhammad bin Ishaq mengenai firman-Nya, “Tidak ada sedikitpun campur tanganmu dalam urusan mereka itu” yaitu tidak ada sedikitpun bagimu dari menetapkan hukum pada para hamba-Ku kecuali yang Aku memerintahkanmu pada mereka”. [Lihat Tafsir al-Qur’an al-Azhim: I/ 494].

Ini adalah untuk Rosul alaihi ash-Sholatu wa as-Salam maka bagaimana dengan imam atau apakah itu lebih penting??

Untuk mereka ada kabar gembira di dalam kehidupan dunia dan akhirat. Tidak ada yang dapat merubah kalimat-kalimat Allah. Itulah keberuntungan yang sangat besar.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s