HADITS-HADITS TENTANG ILMU YANG TIDAK BOLEH DIJADIKAN HUJJAH (2)..

HIMPUNAN HADITS LEMAH DAN PALSU TENTANG ILMU (2)

 بسم الله الرحمن الرحيم

hadits palsu921). Hadits kedua puluh satu.

احْذَرُوا الشَّهْوَةَ اْلخَفِيَّةَ : الرَّجُلُ يَتَعَلَّمُ اْلعِلْمَ يُحِبُّ أَنْ يُجْلَسَ إِلَيْهِ

“Waspadailah syahwat (keinginan) tersembunyi yaitu seseorang mempelajari ilmu agar (orang-orang) duduk (bermajlis) kepadanya”.

Diriwayatkan oleh ad-Dailamiy di dalam Musnad al-Firdaus dari Abu Hurairah radliyallahu anhu.

Derajat hadits.

Berkata asy-Syaikh al-Albaniy, “Dla’if Jiddan (lemah sekali)”. [Silsilah al-Ahadits adl-Dla’ifah wa al-Maudlu’ah: 2001 dan Dla’if al-Jami’ ash-Shaghir: 193].

22). Hadits kedua puluh dua.

مَنْ خَرَجَ فِي طَلَبِ اْلعِلْمِ فَهُوَ فِي سَبِيْلِ اللهِ حَتَّى يَرْجِعَ

“Barangsiapa keluar untuk menuntut ilmu maka ia berada di dalam (jihad) di jalan Allah sehingga ia kembali (ke rumahnya)”.

Diriwayatkan oleh at-Turmudziy: 2647 dan adl-Dliya’ dari Anas bin Malik radliyallahu anhu.

Derajat hadits.

Berkata asy-Syaikh al-Albaniy, “Dla’if (lemah)”. [Silsilah al-Ahadits adl-Dla’ifah wa al-Maudlu’ah: 2037, Dla’if Sunan at-Turmudziy: 494, Misykah al-Mashobih: 220 dan Dla’if al-Jami’ ash-Shaghir: 5570].

23). Hadits kedua puluh tiga.

      طَالِبُ اْلعِلْمِ لِلَّهِ أَفْضَلُ عِنْدَ اللهِ مِنَ اْلمـُجَاهِدِ فِى سَبِيْلِ اللهِ

            ”Orang yang menuntut ilmu karena Allah itu lebih utama daripada orang yang berjuang di jalan Allah”.

          Diriwayatkan oleh ad-Dailamiy di dalam Musnad al-Firdaus dari Anas bin Malik radliyallahu anhu.

Derajat hadits.

Berkata asy-Syaikh al-Albaniy, “Maudlu’ (palsu)”. [Silsilah al-Ahadits adl-Dla’ifah wa al-Maudlu’ah: 3823 dan Dla’if al-Jami’ ash-Shaghir: 3611].

24). Hadits kedua puluh empat.

إِذَا جَاءَ اْلمـَوْتُ لِطَالِبِ اْلعِلْمِ وَ هُوَ عَلَى هَذِهِ اْلحَالِ مَاتَ وَ هُوَ شَهِيْدٌ

“Apabila kematian datang kepada penuntut ilmu sedangkan ia dalam keadaan seperti itu lalu ia mati maka ia seorang yang mati syahid”.

Diriwayatkan oleh al-Bazzar dari Abu Dzarr al-Ghifariy dan Abu Hurairah radliyallahu anhuma.

Derajat hadits.

Berkata asy-Syaikh al-Albaniy, “Dla’if jiddan (lemah sekali)”. [Silsilah al-Ahadits adl-Dla’ifah wa al-Maudlu’ah: 2126 dan Dla’if al-Jami’ ash-Shaghir: 445].

25). Hadits kedua puluh lima.

اْلعِلْمُ خَلِيْلُ اْلمـُؤْمِنِ وَ اْلعَقْلُ دَلِيْلُهُ وَ اْلعَمَلُ قَيِّمُهُ وَ اْلحِلْمُ وَزِيْرُهُ وَ الصَّبْرُ أَمِيْرُ جُنُوْدِهِ وَ الرِّفْقُ وَالِدُهُ وَ اللِّيْنُ أَخُوْهُ

“Ilmu itu adalah kawannya seorang mukmin, akal adalah buktinya, amal adalah pemimpinnya, kesantunan adalah wakilnya, sabar adalah pemimpin pasukannya, sifat ramah adalah ayahnya dan lemah lembut adalah saudaranya”.

Diriwayatkan oleh al-Baihaqiy di dalam Syu’ab al-Iman dari al-Hasan secara mursal.

Derajat hadits.

Berkata asy-Syaikh al-Albaniy, “Maudlu’ (palsu)”. [Silsilah al-Ahadits adl-Dla’ifah wa al-Maudlu’ah: 2379 dan Dla’if al-Jami’ ash-Shaghir: 3874].

Berkata asy-Syaikh al-Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah dan selainnya, “Hadits-hadits tentang akal, semuanya adalah palsu”.

Berkata asy-Syaikh al-Albaniy, “Termasuk dari baiknya tanbih (peringatan) adalah bahwasanya semua hadits yang datang mengenai keutamaan akal adalah tidak shahih sedikitpun darinya yaitu berkisar antara lemah dan palsu”.

Berkata al-Allamah Ibnu Qoyyim, “Hadits-hadits akal semuanya adalah dusta”. [Silsilah al-Ahadits adl-Dlo’ifah wa al-Maudlu’ah: I/ 53-54, hadits nomor 1].

26). Hadits kedua puluh enam.

إِنَّ هَذَا اْلعِلْمَ دِيْنٌ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مِمَّنْ يَأْخُذُ دِيْنَهُ

“Sesungguhnya ilmu ini adalah agama, maka hendaklah seseorang diantara kalian memperhatikan dari mana ia mengambil agamanya”.

Diriwayatkan oleh al-Hakim dari Anas bin Malik radliyallahu anhu dan as-Sajziy dari Abu Hurairah radliyallahu anhu.

Derajat hadits.

Berkata asy-Syaikh al-Albaniy, “Dla’if jiddan (lemah sekali)”. [Silsilah al-Ahadits adl-Dla’ifah wa al-Maudlu’ah: 2481 dan Dla’if al-Jami’ ash-Shaghir: 2023].

27). Hadits kedua puluh tujuh.

إِنَّ اللهَ جَعَلَ اْلعِلْمَ قَبْضَاتٍ ثُمَّ بَثَّهَا فِي اْلبِلَادِ فَإِذَا سَمِعْتُمْ بِعَالِمٍ قَدْ قُبِضَ مِنَ اْلأَرْضِ فَقَدْ رُفِعَتْ قَبْضَتُهُ فَلَا يَزَاُل يُقْبَضُ حَتَّى لَا يَبْقَى مِنْهُ شَيْءٌ

“Sesungguhnya Allah telah menjadikan ilmu itu menjadi beberapa genggaman lalu ia menyebarnya di beberapa negeri. Apabila kalian mendengar ada seseorang yang berilmu telah diwafatkan di suatu negeri maka diangkatnya ilmu itu dengan kewafatannya. Maka senantiasa (orang berilmu itu) diwafatkan sehingga tidak akan tersisa lagi sesuatupun darinya”.

Riwayat ad-Dailamiy di dalam Musnad al-Firdaus dari Ibnu Mas’ud radliyallahu anhu.

Derajat hadits.

Berkata asy-Syaikh al-Albaniy, “Dla’if (lemah)”. [Silsilah al-Ahadits adl-Dla’ifah wa al-Maudlu’ah: 2486 dan Dla’if al-Jami’ ash-Shaghir: 1588].

28). Hadits kedua puluh delapan.

أنا مَدِينَةُ العلمِ وعليٌّ بابُها فمَنْ أرادَ المدينةَ فَلْيَأْتِها من قِبَلِ البابِ

“Saya adalah kota ilmu dan Ali adalah pintunya, maka barangsiapa yang menginginkan ilmu hendaklah mendatanginya dari arah pintunya”.

Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dalam Tahdzib al-Atsar, ath-Thabraniy dalam al-Kabir: I/108, al-Hakim, al-Khathib dalam Tarikh Baghdad: XI/48, Ibnu Asakir: II/159, dari jalan Abu Shalt Abdussalam bin Shalih al-Harawiy, telah menceritakan kepada kami Abu Mu’awiyah dari A’masy dari Mujahid dari Ibnu Abbas secara marfu’.

Derajat Hadits

Berkata asy-Syaikh al-Albaniy, “Maudlu’ (palsu)”. [Silsilah al-Ahadits adl-Dla’ifah wa al-Maudlu’ah: 2955 dan Dla’if al-Jami’ ash-Shaghir: 1322].

Berkata al-Hakim, “Sanadnya shahih”, namun pernyataan al-Hakim ini dibantah oleh al-Imam adz-Dzahabiy, beliau menyatakan, “bahkan yang benar ini adalah hadits palsu”. Dalam tempat lain bahkan adz-Dzahabiy sampai berkata kasar kepada al-Hakim karena beliau menshahihkan hadits palsu ini, “Demi Allah hadits ini palsu, Ahmad (salah seorang perawi dalam sanad hadits ini) adalah pendusta, alangkah bodohnya engkau padahal ilmumu luas”.

Berkata Syaikh al-Islam Ibnu Taimiyah, “hadits ‘saya adalah kota ilmu dan Ali adalah pintunya‘ lebih parah kelemahannya. Oleh karena itu ia termasuk jajaran hadits palsu meskipun diriwayatkan oleh at-Turmudziy dan disebutkan oleh Ibnu al-Jauziy, namun beliau menjelaskan bahwa semua sanadnya palsu. Kedustaan ini juga bisa dilihat dari matannya sendiri, karena seandainya Rosulullah adalah kota ilmu lalu pintunya hanya satu dan tidak bisa mengambil ilmu dari beliau kecuali dari satu pintu ini, niscaya Islam akan tertutup. Padahal diketahui bahwa ilmu Rosulullah baik dari Alqur’an maupun Sunnah sudah merambah ke seluruh dunia. Sedangkan yang diajarkan oleh Ali bin Abi Thalib sangat sedikit sekali. Kebanyakan tabi’in mempelajari Islam pada zaman Umar dan Utsman, juga yang diajarkan Mu’adz pada penduduk Yaman lebih banyak dari apa yang diajarkan Ali. Sedangkan Ali tatkala datang ke kota Kuffah saat itu sudah ada para imam tabi’in semacam Syuraih, Ubaidah, Alqamah, Masruq, dan lainnya”. [Minhaj as-Sunnah: IV/138 dengan sedikit peringkasan].

29). Hadits kedua puluh sembilan.

اطْلُبُوا اْلعِلْمَ يَوْمَ اْلإِثْنَيْنِ فَإِنَّهُ مُيَسَّرٌ لِطَالِبِهِ

“Tuntutlah ilmu pada hari Senin karena hal tersebut dimudahkan bagi orang yang menuntutnya”.

Diriwayatkan oleh Abu asy-Syaikh dan ad-Dailamiy di dalam Musnad al-Firdaus dari Anas bin Malik radlyallahu anhu.

Derajat hadits.

Berkata asy-Syaikh al-Albaniy, “Dla’if (lemah)”. [Silsilah al-Ahadits adl-Dla’ifah wa al-Maudlu’ah: 2490 dan Dla’if al-Jami’ ash-Shaghir: 908].

30). Hadits ketiga puluh.

طَالِبُ اْلعِلْمِ بَيْنَ اْلجُهَّالِ كَاْلحَيِّ بَيْنَ اْلأَمْوَاتِ

“Orang yang menuntut ilmu di antara orang-orang jahil (bodoh) itu laksana orang yang hidup di antara orang-orang yang mati”.

Diriwayatkan oleh al-Askariy di dalam ash-Shahabah dan Abu Musa di dalam adz-Dzail dari Hassan bin Abu Sinan secara mursal.

Derajat hadits.

Berkata asy-Syaikh al-Albaniy, “Dla’if (lemah)”. [Dla’if al-Jami’ ash-Shaghir: 3608].

31). Hadits ketiga puluh satu.

اغْدُوْا فِي طَلَبِ اْلعِلْمِ فَإِنَّ اْلغُدُوَّ بَرَكَةٌ وَ نَجَاحٌ

“Berangkatlah pagi-pagi di dalam menuntut ilmu, karena sesungguhnya berangkat pagi itu terdapat berkah dan kesuksesan”.

Diriwayatkan oleh al-Khathib al-Baghdadiy dari Aisyah radliyallahu anha.

Derajat hadits.

Berkata asy-Syaikh al-Albaniy, “Maudlu’ (palsu)”. [Silsilah al-Ahadits adl-Dla’ifah wa al-Maudlu’ah: 2837 dan Shahih al-Jami’ ash-Shaghir: 982]

32). Hadits ketiga puluh dua.

تَعَلَّمُوْا مَا شِئْتُمْ أَنْ تَعَلَّمُوْا فَلَنْ يَنْفَعَكُمُ اللهُ حَتَّى تَعْمَلُوْا بِمَا تَعْلَمُوْنَ

“Pelajarilah apa yang kalian kehendaki untuk kalian pelajari, karena Allah tidak akan memberi manfaat kepada kalian sehingga kalian beramal dengan apa yang kalian ketahui”.

Diriwayatkan oleh Ibnu Adiy di dalam al-Kamil dan al-Khatib al-Baghdadiy dari Mu’adz bin Jabal dan juga diriwayatkan oleh Ibnu Asakir dari Abu ad-Darda’.

Derajat hadits.

Berkata asy-Syaikh al-Albaniy, “Dla’if (lemah)”. [Silsilah al-Ahadits adl-Dla’ifah wa al-Maudlu’ah: 3407, Dla’if al-Jami’ ash-Shaghir: 2453 dan Takhrij Iqtidlo’ al-Ilmi al-Amal: 7, 8].

33). Hadits ketiga puluh tiga.

      تَعَلَّمُوْا مِنَ اْلعِلْمِ مَا شِئْتُمْ فَوَاللهِ لَا تُؤْجَرُوْا بِجَمْعِ اْلعِلْمِ حَتَّى تَعْمَلُوْا

            “Pelajarilah dari ilmu itu apa yang kalian kehendaki. Maka demi Allah, kalian tidak akan diberi ganjaran dengan menghimpun ilmu sehingga kalian beramal”.

            Diriwayatkan oleh Abu al-Hasan bin al-Akhram al-Madiniy di dalam al-Amaliy dari Anas bin Malik radliyallahu anhu.

Derajat hadits.

            Berkata asy-Syaikh al-Albaniy, “Dla’if (lemah)”. [Silsilah al-Ahadits adl-Dla’ifah wa al-Maudlu’ah: 3407 dan Dla’if al-Jami’ ash-Shaghir: 2455].

34). Hadits ketiga puluh empat.

وَيْلٌ لِأُمَّتِي مِنْ عُلَمَاءِ السُّوْءِ يَتَّخِذُوْنَ هَذَا اْلعِلْمَ تِجَارَةً يَتَّبِعُوْنَهَا مِنْ أُمَرَاءِ زَمَانِهِمْ رِبْحًا لِأَنْفُسِهِمْ لَا أَرْبَحَ اللهُ تِجَارَتَهُمْ

“Celakalah bagi umatku dari sebab adanya para ulama yang buruk, mereka mengambil ilmu ini sebagai perniagaan yang mereka ikuti dari para pemimpin zaman mereka untuk mencari keuntungan bagi diri mereka. Maka Allah tidak akan memberi keuntungan dari perniagaan mereka tersebut”.

Dirwayatkan oleh al-Hakim di dalam at-Tarikh dari Anas bin Malik radliyallahu anhu.

Derajat hadits.

Berkata asy-Syaikh al-Albaniy, “Dla’if (lemah)”. [Silsilah al-Ahadits adl-Dla’ifah wa al-Maudlu’ah: 5235 dan Dla’if al-Jami’ ash-Shaghir: 6139].

35). Hadits ketiga puluh lima.

تَعَلَّمُوا اْلعِلْمَ وَ تَعَلَّمُوْا لِلْعِلْمِ السَّكِيْنَةَ وَ اْلوَقَارَ وَ تَوَاضَعُوْا لِمَنْ تَعَلَّمُوْنَ مِنْهُ

“Pelajarilah ilmu dan pelajarilah ketentraman dan ketenangan. Dan tawadlulah kepada orang-orang yang belajar darinya”.

Diriwayatkan oleh ath-Thabraniy di dalam al-Awsath dan Ibnu Adiy di dalam al-Kamil dari Abu Hurairah radliyallahu anhu.

Berkata al-Haitsamiy, “Diriwayatkan oleh ath-Thabraniy di dalam al-Awsath. Di dalamnya terdapat Ibad bin Katsir dan dia adalah matruk al-Hadits (yang ditinggalkan haditsnya)”.

Derajat hadits.

Berkata asy-Syaikh al-Albaniy, “Dla’if Jiddan (lemah sekali)”. [Silsilah al-Ahadits adl-Dla’ifah wa al-Maudlu’ah: IV/ 114 dan Dla’if al-Jami’ ash-Shaghoir: 2448].

36). Hadits ketiga puluh enam.

مَنْ تَعَلَّمَ عِلْمًا لِغَيْرِ اللهِ أَوْ أَرَادَ بِهِ غَيْرَ اللهِ فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ

“Barangsiapa yang mempelajari suatu ilmu bukan untuk selain Allah atau menginginkan selain Allah dengannya maka siapkanlah tempat duduknya di neraka”.

Diriwayatkan oleh at-Turmudziy: 2655 dan Ibnu Majah: 258 dari Ayyub as-Sukhtiyaniy dari Khalid bin Duraik dari Ibnu Umar radliyallahu anhuma.

Derajat hadits.

Berkata asy-Syaikh al-Albaniy, “Dla’if (lemah). [Silsilah al-Ahadits adl-Dla’ifah wa al-Maudlu’ah: 5017, Dla’if Sunan at-Turmudziy: 498, Dla’if Sunan Ibnu Majah: 54 dan Dla’if al-Jami’ ash-Shaghir: 5530, 5687].

37). Hadits ketiga puluh tujuh.

      فَقِيْهٌ وَاحِدٌ أَشَدُّ عَلَى الشَّيْطَانِ مِنْ أَلْفِ عَابِدٍ

            “Satu orang yang fakih (memahami agama) lebih terasa berat bagi setan daripada seribu orang ahli ibadah”.

            Diriwayatkan oleh at-Turmudziy: 2681 dan Ibnu Majah: 222 dari Rauh bin Jinah dari Mujahid dari Ibnu Abbas radliyallahu anhuma secara marfu’.

            Derajat hadits.

Berkata asy-Syaikh al-Albaniy, “Maudlu’ (palsu)”. [Dla’if Sunan at-Turmudziy: 503, Dla’if Sunan Ibnu Majah: 41, Misykah al-Mashobih: 217 dan Dla’if al-Jami’ ash-Shaghir: 3987].

38). Hadits ketiga puluh delapan.

     فضْلُ اْلمـُؤْمِنِ اْلعَالِمِ عَلَى اْلمـُؤْمِنِ اْلعَابِدِ سَبْعُوْنَ دَرَجَةً

            “Keutamaan orang mukmin yang berilmu dibandingkan orang mukmin yang ahli ibadah adalah 70 derajat”.

            Diriwayatkan oleh Ibnu Abdil Barr dari Ibnu Abbas radliyallahu anhuma.

Derajat hadits.

            Berkata asy-Syaikh al-Albaniy, “Dla’if (lemah)”. [Silsilah al-Ahadits adl-Dla’ifah wa al-Maudlu’ah: 4007 dan Dla’if al-Jami’ ash-Shaghoir: 3972].

39). Hadits ketiga puluh sembilan.

طَلَبُ اْلعِلْمِ أَفْضَلُ عِنْدَ اللهِ مِنَ الصَّلَاةِ وَ الصِّيَامِ وَ اْلحَجِّ وَ اْلجِهَادِ فِي سَبِيْلِ اللهِ عز وجل

“Menuntut ilmu itu lebih utama di sisi Allah daripada sholat, shiyam (puasa), haji dan berjihad di jalan Allah Azza wa Jalla”.

Diriwayatkan oleh ad-Dailamiy di dalam Musnad al-Firdaus dari Ibnu Abbas radliyallahu anhuma.

Derajat hadits.

Berkata asy-Syaikh al-Albaniy, “Maudlu’ (palsu)”. [Silsilah al-Ahadits adl-Dla’ifah wa al-Maudlu’ah: 3827 dan Dla’if al-Jami’ ash-Shaghir: 3623].

40). Hadits keempat puluh.

      طَلَبُ اْلعِلْمِ سَاعَةً خَيْرٌ مِنْ قِيَامِ لَيْلَةٍ وَ طَلَبُ اْلعِلْمِ يَوْمًا خَيْرٌ مِنْ صِيَامِ ثَلَاثَةِ أَشْهُرٍ

            “Menuntut ilmu barang sesaat itulebih baik daripada menegakkan (sholat tahajjud) selama semalam. Menuntut ilmu selama sehari itu lebih baik daripada berpuasa selama tiga bulan”.

            Diriwayatkan oleh ad-Dailamiy di dalam Musnad al-Firdaus dari Ibnu Abbas radliyallahu anhuma.

Derajat hadits.

Berkata asy-Syaikh al-Albaniy, “Maudlu’ (palsu)”. [Silsilah al-Ahadits adl-Dla’ifah wa al-Maudlu’ah: 3828 dan Dla’if al-Jami’ ash-Shaghir: 3624].

In syaa Allah masih bersambung–

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s