ADA APA DENGAN WARNET ???…

cinta kajian sunnah

cinta kajian sunnah

HUKUM BERBISNIS INTERNET (WARNET)

بسم الله الرحمن الرحيم

Sekarang ini banyak bisnis internet bertebaran di berbagai pelosok tempat, bahkan di daerah-daerah pedesaaanpun sudah marak. Namun penyebaran bisnis tersebut banyak berdampak buruk bagi para penggunanya, apalagi bagi anak-anak muda yang sedang tumbuh kembang jiwa dan pengetahuan mereka. Sebab mereka belum dapat memfilter setiap informasi yang sampai kepada mereka.

Maka selain orang tua, guru dan aparat penegak hukum yang berperan mengantisipasi dan melindungi keluarganya maka pengelola bisnis internet juga diharapkan kesadaran mereka masing-masing untuk menjaga dan mencegah penyebaran situs-situs yang akan berdampak buruk bagi perkembangan jiwa para pelanggannya tersebut.

Untuk itu, kami bawakan fatwa asy-Syaikh Abdullah bin Abdurrahman al-Jibrin rahimahullah tentang hukum bisnis warnet.

Pertanyaan:

انتشر في هذه الأيام ما يسمى بمقاهي الانترنت؛ وهي عبارة عن محلات يوجد فيها أجهزة للحاسب الآلي يقوم صاحب المحل بتأجيرها بالساعة مثلاً للزبائن، حيث يدخلون من خلالها على الإنترنت، ومع كونها قد يستفيد منها بعض الزبائن الذين لا يستطيعون الاشتراك في الخدمة؛ إلا أن كثيراً من الشباب جعلوها وسيلة للدخول إلى بعض المواقع السيئة.

نرجو من فضيلتكم في ضوء ما سبق توجيه كلمة حول حكم الاتجار في هذه المقاهي، وحكم تأجير المحلات لمن يفتحونها، وحكم التردد عليها وضوابط ذلك، وجزاكم الله خيراً

“Dewasa ini marak bisnis cafe internet/warnet. Ia adalah semacam tempat yang di dalamnya tersedia perangkat komputer yang disewakan pemiliknya kepada pelanggan (dengan tarif) perjam, sehingga ia (yaitu pelanggan) dapat menggunakan internet. Meski cafe itu kadang dipergunakan oleh sebagian pelanggan yang tidak bisa berlangganan layanan (internet), namun ternyata banyak pemuda yang mempergunakannya sebagai sarana untuk mengakses situs-situs yang jelek.

Oleh karena itu, kami mengharapkan – dari apa yang kami sebut di atas – nasihat Anda terkait hukum bisnis cafe internet/warnet, hukum menyewakan tempat kepada orang yang akan membuka bisnis tersebut, serta hukum mengunjunginya dan aturan-aturannya. Jazakumullahu khairan.

Asy-Syaikh Abdullah bin Abdirrahmaan al-Jibrin rahimahullah menjawab,

عليكم السلام ورحمة الله وبركاته.. وبعد :
فالواجب على أصحاب هذه المقاهي وأصحاب هذه الأجهزة صيانتها وحفظها عن الفساد والمفسدين والابتعاد عن كل سوء وعمل سيئ، ولا شك أن هذه الأجهزة سلاح ذو حدين، ولكن المشاهد أن الفساد والشر فيها أكثر، وأن أغلب الذين يرتادون هذه المقاهي وينظرون فيما تبثه وترسله هذه الأجهزة أنه شر وفساد، وقد رأينا التأثير البليغ والانحراف في هؤلاء الشباب الذين يتلقون ما تبثه أجهزة الإنترنت: من صور خليعة ومقالات فاتنة وشبهات مضللة وحكايات مكذوبة.

فنصيحتنا لأرباب هذه المقاهي منع هذا الضرب من الاشتراك في التلقي أو في البث، والواجب أن يكون هناك مراقبة شديدة لكل من يرتاد هذه المقاهي حتى يتحفظ عليها ويقتصر أهلها على ما يفيد المسلمين في دينهم ودنياهم، والله أعلم

‘Alaikumus-salam wa rahmatullahi wa baraka atuh….. wa ba’d,

Wajib bagi pemilik cafe dan pemilik perangkat komputer untuk melindungi dan menjaganya dari kerusakan dan orang-orang yang berbuat kerusakan, serta menjauhkannya dari kejelekan dan perbuatan jelek. Tidak diragukan bahwa perangkat tersebut ibarat pedang bermata dua. Akan tetapi pengalaman empiris membuktikan kerusakan dan kejelekan yang ada padanya lebih banyak. Umumnya orang yang sering mengunjungi cafe internet/warnet ini serta (dengan) melihat pada apa yang disebarkan dan dikirimkan media tersebut, adalah berupa kejelekan dan kerusakan. Sungguh, kami telah melihat pengaruh (negatif) begitu jelas dan penyimpangan yang ada pada diri para pemuda yang mengakses informasi yang disebarkan dalam media internet berupa gambar porno, perkataan-perkataan yang mengandung fitnah, syubhat-syubhat yang menyesatkan dan juga cerita-cerita dusta.

Maka, nasihat kami untuk para pemilik kafe internet/warnet adalah agar mereka mencegahnya untuk bisa berlangganan dalam menerima atau menyebarkan (hal-hal yang merusak dari internet). Dan wajib di sana pengawasan ketat bagi setiap pengunjung cafe/warnet, hingga (benar-benar) menjaganya, dan pemiliknya dapat membatasi (penggunaannya) pada apa-apa yang dapat memberikan manfaat bagi kaum muslimin dalam agama dan dunia mereka. Wallahu a’lam”.

Sumber; http://ar.islamway.net/fatwa/29901/

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s