SEUNTAI PUISI UNTUK PUTRIKU (2)

P59UNTUK PUTRIKU 2

 Bismillah

Rasanya, baru kemarin abi mendengar pekikan nyaringmu
Menggema ke sudut-sudut ruang yang tidak saling menyatu
Berlumur lendir dan darah bukti sayangnya ummimu padamu
Tali pusarmu masih menggayut dengan erat menempel pada tubuhmu
Ragamu tampak masih lemah tiada daya terbujur lesu
Tulangmupun terlihat berbalut daging tipis yang layu

Tahukah kau wahai putriku tersayang
Pekikanmu itu membahagiakanku sebagai abimu yang sedang girang
Nafasmu yang memburu lemah itu melegakan helaan nafas yang terhalang
Nadimu yang berkedut ringan itu melonjakkan rasa senang
Jantungmu yang berdegup perlahan itu membuat abimu menangis riang
Kehadiranmu disisi abimu ini lebih berharga dari harta yang banyak terbentang

Putriku, janganlah kau pernah ragu akan ketulusan sayang abimu ini padamu
Jangan pula kau tanyakan berapa besar cinta abimu yang tak kan pernah layu
Jangan kau hitung berapa biaya yang abi telah keluarkan untukmu
Jangan kau terka berapa butir peluh yang bercucuran dari tubuh rapuh abimu
Jangan kau persoalkan berapa guratan luka menggores raga abimu yang mulai kuyu
Dan jangan pula kau tebak berapa berat beban yang menghimpit, karena tidak perlu

Putriku, semua tetesan peluh abimu ini untuk kebahagiaanmu
Seluruh guratan luka ini untuk keselamatan dan kesejahteraanmu
Ringkihnya raga abimu ini untuk menopang kelangsungan hidupmu
Bahkan jika perlu, jiwa kan dikorbankan untuk membimbingmu selalu
Sebab itu yang diwajibkan agama untuk selalu menjaga keluarga dari dunia yang semu
Lalu membawa dan mengajak mereka kepada akhirat dan surgalah yang dituju

Wahai putriku, masih ingatkan kau akan abimu ini yang sudah kian menua
Berapa kali abimu ini gundah karena ketidakmengertianmu akan perkara agama
Berapa patah kata telah abimu ucapkan untuk selalu meluruskanmu yang alpa
Berapa untai kalimat terucap untuk membenahi sikapmu yang terkadang kau lupa
Semua itu karena sayangnya abimu yang tak kan pernah sirna sepanjang masa
Dan syukurlah sekarang kondisimu sudah sangat jauh berbeda

Tahukah kau wahai putriku terkasih
Ummimu pernah menyabung nyawa mengeluarkan ragamu dalam kondisi letih
Memayahkan tubuhnya, menguraskan tenaganya dan berjalanpun akhirnya tertatih
Butuh waktu yang tak sebentar untuk membuatnya pulih
Sekarang, lihatlah raganyapun mulai ringkih
Tanda sepuhnya usia, rentanya raga dan ketetapan Rabbmu ini tidak dapat dipilih

Putriku, namun demikian cintanya padamu tetaplah jernih
Terjaga sepanjang masa tiada ber-alih
Ia tak pernah tahan melihatmu berduka apalagi bertaburkan sedih
Melihatmu tergolek lemah membuatnya perih
Melihatmu dalam kesusahan membuat hatinya pedih
Selalu memperhatikan kesehatan dan kebaikanmu tanpa pernah berdalih

Putriku, pernahkan kau diam sejenak dan memperhatikan dengan benar
Berapa teguk susu yang masuk ke dalam ragamu dari tubuh eloknya yang kian memudar
Menahan kantuk menidurkanmu di malam larut dalam kondisi menahan gemetar
Gelisah dan khawatir dengan sakitmu yang menimpamu tanpa dapat ditawar
Melupakan rasa lapar dan hausnya demi mengenyangkanmu yang selalu lapar
Karena cinta dan kasihnya memang tak pernah padam laksana mentari yang selalu bersinar

Putriku, sebentar lagi kau akan menempatkan posisi laksana ummimu
Menjadi istri dari kekasihmu yang semoga akan selalu menjagamu
Dalam suka dan duka berpadu dalam kasih sayang yang tidak semu
Melahirkan generasi penerus yang shalih dan shalihah karena itu yang dituju
Senantiasa beribadah kepada Rabb dan taat kepada Nabi-Nya tiada jemu
Sampai ajal kelak memisahkan setiap kita dari dunia yang fana lagi palsu

Tak terasa memang waktu berjalan tanpa kompromi
Putri manisku sekarang telah mampu mandiri
Sudah dipinang dan sebentar lagi akan menjadi seorang istri
Dari seorang pria yang semoga akan selalu membimbingnya menuju ridlo Ilahi
Abi selalu berharap, kau tetap menjadi putri abi yang shalihah lagi berbakti pada suami
Bersama dengan saudara dan saudarimu yang lainnya menggapai surga abadi

Putriku, siapkan dirimu menuju kehidupan yang agak berbeda
Biasanya kau dimanjakan tapi kelak kau yang harus memberikan manja
Pada kekasih dan anakmu agar mereka bisa bahagia
Dalam dekapan kasihmu sepanjang waktu lagi tiada jeda
Bersabarlah, karena sabar adalah senjata
Dalam meraih kebahagiaan bersama mereka

*Dari Abi, Ummi dan saudara-saudarimu yang selalu menyayangimu*

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s