SAUDARAKU, ADAKAH SHOLAT TASBIH ITU?

pnd40SHOLAT TASBIH

بسم الله الرحمن الرحيم

 عن ابن عباس رضي الله عنهما أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه و سلم قَالَ لِلْعَبَّاسِ بْنِ عَبْدِ اْلمـُطَّلِبِ: يَا عَبَّاسُ يَا عَمَّاهُ أَلاَ أُعْطِيْكَ أَلاَ أَمْنَحُكَ أَلاَ أَحْبُوْكَ أَلاَ أَفْعَلُ بِكَ عَشْرَ خِصَالٍ إِذَا أَنْتَ فَعَلْتَ ذَلِكَ غَفَرَ اللهُ لَكَ ذَنْبَكَ أَوَّلَهُ وَ آخِرَهُ قَدِيْمَهُ وَ حَدِيْثَهُ خَطَأَهُ وَ عَمَدَهُ صَغِيْرَهُ وَ كَبِيْرَهُ سِرَّهُ وَ عَلاَنِيَتَهُ عَشْرَ خِصَالٍ: أَنْ تُصَلِّى أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ تَقْرَأُ فىِ كُلِّ رَكْعَةٍ فَاِتحَةَ اْلكِتَابِ وَ سُوْرَةً فَإِذَا فَرَغْتَ مِنَ اْلقِرَاءَةِ فىِ أَوَّلِ رَكْعَةٍ وَ أَنْتَ قَائِمٌ قُلْتَ: سُبْحَانَ اللهِ وَ اْلحَمْدُ ِللهِ وَ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَ اللهُ أَكْبَرُ خَمْسَ عَشْرَةَ مَرَّةً ُثمَّ تَرْكَعُ فَتُقُوْلُهَا وَ اَنْتَ رَاكِعٌ عَشْرًا ُثمَّ تَرْفَعُ رَأْسَكَ مِنَ الرُّكُوْعِ فَتَقُوْلُهَا عَشْرًا ُثمَّ تَهْوِى سَاجِدًا فَتَقُوْلُهَا وَ اَنْتَ سَاجِدٌ عَشْرًا ُثمَّ تَرْفَعُ رَأْسَكَ مِنَ السُّجُوْدِ فَتَقُوْلُهَا عَشْرًا ُثمَّ تَسْجُدُ فَتَقُوْلُهَا عَشْرًا ُثمَّ تَرْفَعُ رَأْسَكَ فَتَقُوْلُهَا عَشْرًا فَذَلِكَ خَمْسٌ وَ سَبْعُوْنَ فىِ كُلِّ رَكْعَةٍ تَفْعَلُ ذَلِكَ فىِ أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ إِنِ اسْتَطَعْتَ أَنْ تُصَلِّيَ فىِ كُلِّ يَوْمٍ مَرَّةً فَافْعَلْ فَإِنْ َلمْ تَفْعَلْ فَفِى كُلِّ جُمُعَةٍ مَرَّةً فَإِنْ َلمْ تَفْعَلْ فَفِى كُلِّ شَهْرٍ مَرَّةً فَإِنْ َلمْ تَفْعَلْ فَفِى كُلِّ سَنَةٍ مَرَّةً فَإِنْ َلمْ تَفْعَلْ فَفِى عُمُرِكَ مَرَّةً

 Dari Ibnu Abbas radliyallahu anhuma, bahwasanya Rosulullah Shallallahu alaihi wa sallam pernah bersabda kepada Abbas bin Abdil Muththalib radliyallahu anhu: Wahai Abbas, wahai pamanku, maukah engkau jika aku memberimu? Maukah engkau jika aku menyantunimu? Maukah engkau jika aku menghadiahimu? Maukah engkau jika aku berbuat sesuatu kepadamu? Ada sepuluh perkara, jika engkau mengerjakan hal tersebut, maka Allah akan memberikan ampunan kepadamu atas dosa-dosamu, yang pertama dan yang terakhir, yang lama dan yang baru, yang tidak sengaja dan yang sengaja, yang kecil dan yang besar dan yang tersembunyi dan yang terang-terangan. Sepuluh perkara itu adalah: hendaklah engkau mengerjakan sholat empat rakaat, yang pada setiap rakaat itu engkau membaca surat alfatihah dan datu surat lainnya. Jika engkau sudah selesai membacanya di rakaat pertama sedangkan engkau masih dalam keadaan berdiri, hendaklah engkau mengucapkan: سُبْحَانَ اللهِ وَ اْلحَمْدُ لِلَّهِ وَ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَ اللهُ أَكْبَرُ (Maha suci Allah, segala puji bagi Allah, tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Allah dan Allah Maha besar), sebanyak lima belas kali. Kemudia ruku’, lalu engkau mengucapkannya sebanyak sepuluh kali sedangkan engkau dalam keadaan ruku’. Lalu engkau mengangkat kepalamu dari ruku’ lalu engkau mengucapkannya sebanyak sepuluh kali. Selanjutnya, engkau turun bersujud, lalu engkau mengucapkannya sebanyak sepuluh kali sedangkan engkau dalam keadaan sujud. Lalu engkau mengangkat kepalamu dari sujud lalu engkau mengucapkannya sebanyak sepuluh kali. Kemudian bersujud lagi lalu engkau mengucapkannya sebanyak sepuluh kali. Selanjutnya, engkau mengangkat kepalamu lalu engkau mengucapkannya sebanyak sepuluh kali. Demikian itulah tujuh puluh lima kali setiap rakaat. Dan engkau melakukan hal tersebut pada empat rakaat. Jika engkau mampu mengerjakan setiap hari satu kali maka kerjakanlah. Tetapi jika engkau tidak dapat mengerjakannya setiap hari, maka hendaklah setiap jum’at (pekan) sekali. Namun jika tidak bisa, maka kerjakan setiap bulan sekali. Dan jika engkat tidak mampu, maka kerjakan setiap tahun sekali. Dan jika tidak bisa juga, maka kerjakanlah satu kali selama hidupmu. [HR Abu Dawud: 1297 dan Ibnu Majah: 1386. Berkata asy-Syaikh al-Albaniy: shahih sebagaimana di dalam Shahih Sunan Abi Dawud: 1152, Shahiih Sunan Ibni Majah: 1138, Shahih at-Targhib wa at-Tarhib: 678 dan Misykah al-Mashobih: 1328, 1329].

 KETERANGAN:

A). CARA MENGERJAKANNYA;

  1. Menghadap kiblat, niat kemudian takbir. Lalu membaca doa iftitah, baca surat al-Fatihah dan satu surat lainnya, kemudian membaca:

سُبْحَانَ اللهِ وَ اْلحَمْدُ لِلَّهِ وَ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَ اللهُ أَكْبَرُ

Doa tersebut dibaca sebanyak lima belas kali.(15)

  1. Ruku’ dan membaca doa ruku’ sebagaimana biasa lalu membaca doa di atas sebanyak sepuluh kali. (25)
  2. Bangkit dari ruku’ (I’tidal) dan membaca doa I’tidal seperti biasa, lalu membaca doa di atas sebanyak sepuluh kali. (35)
  3. Lalu menyungkur sujud dan membaca sujud sebagaimana biasa, lalu membaca doa di atas sebanyak sepuluh kali.(45)
  4. Lalu bangkit dari sujud untuk duduk di antara dua sujud dan membaca seperti biasa, lali membaca doa di atas sebanyak sepuluh kali. (55)
  5. Lalu sujud kembali dan membaca doa sujud seperti biasa lalu membaca doa di atas sebanyak sepuluh kali.(65)
  6. Lalu engkau bangkit dari sujud seraya membacanya sebanyak sepuluh kali. (75)
  7. Lalu mengerjakan sholat itu sebanyak empat rakaat, dan melakukannya seperti pada rakaat yang pertama, dan mengucapkan salam pada rakaat yang keempat. (Jumlah dzikirnya tersebut menjadi 300. Yaitu 4 x 75= 300).

B). Di dalam sholat Tasbih ini tidak ditetapkan bacaannya pada setiap rakaat dan tidak juga ditetapkan waktu pelaksanaannya.

C). Jika mampu kerjakan tiap hari, jika tidak boleh setiap pekan, lalu jika tidak setiap bulan, atau setiap tahun atau seumur hidup sekali.

D). Faidah dan keutamaannya adalah Allah akan memberikan ampunan kepadamu atas dosa-dosamu, yang pertama dan yang terakhir, yang lama dan yang baru, yang tidak sengaja dan yang sengaja, yang kecil dan yang besar dan yang tersembunyi dan yang terang-terangan dan ini ada 10 kriteria.

Wallahu a’lam.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s